Menu Tutup

Apa itu Gerd (Gastroesophageal reflux disease) ?

Berbicara mengenai kesehatan memang sangat menyenangkan. Kita bisa mengetahui hal kecil yang dianggap sepele tetapi berakibat fatal. Allah telah menciptakan manusia dengan bentuk berikut sistem yang ada didalamnya sangat semurna. Pernahkah Anda makan tetapi kemudian terasa sesak di dada dan makanan seolah-olah akan keluar lagi dengan rasa asam ? Jika pernah, simaklah artikel ini untuk mengetahui apa itu gerd, karena yang Anda rasakan merupakan gejala penyakit gerd. Lalu bagaimana gerd bisa terjadi ? Berikut ini penjelasannya.

Jika Anda sering merokok dan minum alkohol sebaiknya waspada. Pola hidup yang kurang sehat seperti ini menyebabkan penyakit gerd mudah terjadi. Jika dibiarkan tersu menerus akan berakibat fatal. Maka sebaiknya rubahlah pola hidup yang tidak baik seperti ini sebelum terlambat.

Penyakit gerd ini berkaitan dengan sistem pencernaan. Organ yang terganggu adalah kerongkongan yang merupakan saluran pencernaan setelah makanan dikunyak di mulut kemudian ditelan melewati kerongkongan menuju lambung. Pada lambung, makanan akan dicerna menggunakan zat-zat yang berdifat asam. Sambungan pada lambung dengan ujung kerongkongan dipisahkan oleh katup yang akan membuka ketika makana hendak masuk kemudian menutup kembali secara otomatis. Penyakti gerd terjadi karena terdapat gangguan dalam proses ini. Lalu apakah gangguannya ? Kenali apa itu gerd dibawah ini.

Apa itu Gerd ?

apa itu gerd
Katup yang memisahkan kerongkongan dengan lambung

Gerd (Gastroesophageal reflux disease) adalah munculnya rasa terbakar di dada akibat asam lambung naik ke kerongkongan. Rasa terbakar di dada bertambah parah setelah makan atau ketika berbaring. Kerongkongan merupakan saluran khusu berbentuk tabung yang menghubungkan mulut dengan perut dan organ pencernaan lainnya. Rasa terbakar di dada dan kerongkongan disebabkan karena lapisan kerongkongan tersebut mengalami iritasi akibat asam lambung naik ke kerongkongan. Seseorang yang dikataka Gerd ketika mengalamai kenaikan asam lambung ringan selama seminggu dua kali.

Jika penyakit gerd dibiarkan akan menyebabkan peradangan hingga penyakit kangker. Maka jika Anda telah mengalami gejala-gejala penyakit gerd sebaiknya segera konsultasikan ke dokter.

Asam lambung naik

Penyakit asam lambung naik (Gerd) atau biasa disebut juga penyakit asam lambung bisa terjadi pada anak-anak, orang dewasa, pria ataupun wanita. Namun kondisi asam lambung naik (Gerd) cenderung lebih tinggi pada orang yang mengalami obesitas, ibu hamil, perokok aktif dan peminum alkohol. Penyakit gerd juga bisa terjadi akibat pola hidup yang tidak baik seperti kebiasaan berbaring atau tidur setelah makan. Kebiasaan ini ajan lebih mudah menyebabkan asam lambung naik menuju kerongkongan.

Gejala Penyakit Gerd

apa itu gerd
Kenali gejala-gejala penyakit gerd sebelum terlambat

Gejala utama penyakit gerd yang terjadi adalah ketika asam lambung yang seharusnya berada di sistem perncernaan naik keatas. Asam lambung tersebut akan melewati katup kerongkongan yang terbuka. Kondisi inilah yang menyebabkan sesasi terbakar di dada (heartburn). Gejala lain yang bisa terjadi adalah rasa asam atau pahit di mulut, sensasi perih atau terbakar di dada dan ulu hati. Kondisi ini biasanya semakin memburuk ketika Anda selesai makan, sedang berbaring atau membungkuk. Gejala lain yang terjadi pada penyakit Gerd diantaranya:

  • Merasakan sensasi panas seolah terbakar di dada yang bisa menyebar hingga ke leher
  • Sakit pada dada
  • Merasakan seperti ada makanan yang nyangkut di kerongkongan, sulit menelan hingga cegukan
  • Ada cairan atau makan yang naik dari dalam perut ke mulur
  • Sensari rasa asam atau pahit di mulut
  • Sakit tenggorokan
  • Masalah pernapasan, seperti batuk hingga asma. Orang yang mengalami penyakit asma akan sering gambur ketika mengidap penyakit gerd
  • Suara serak
  • Bau mulut
  • Gangguan tidur
  • Mengalami kerusakan gigi karen sering terkena asam lambung
  • Kesulitan menelan
  • Sakit pada perut bagian atas dan perut terasa sangat kenyang

Perlu diketahui, gejala gerd sering diartikan dengan serangan jantung, karena keduanya sama-sama merasakan sensasi perih di dada hingga ulu hati. Tetapi gejala ini sebetulnya bisa dibedakan.

Nyeri dada atau nyeri ulu hati yang disebabkan karena penyakit jantung biasanya dirasakan sangat berat, menjalar hingga ke leher, lengan, atau rahang. Selain itu, nyeri ulu hati atau nyeri dada akibat penyakit jantung biasanya muncul setelah melakukan aktifitas fisik.

Sedangkan nyeri dada atau nyeri ulu hati karena gejala gerd umumnya disertai adanya rasa asam di mulut, tidak menyebar hingga ke leher atau lengan dan tidak diperparah oleh aktivitas fisik. Gejala akibar gerd biasanya terasa semakin parah ketika berbaring.

Penyebab Penyakit Gerd

apa itu gerd
Tidur setelah makan mengakibatkan penyakit gerd

Kenikan asam lambung sering kali terjadi dengan berbagai penyebab, misalnya akibat mengkonsumsi makanan tertentu, terlalu banyak makan, atau langsung berbaring setelah makan. Tetapi kenaikan asam lambung yang disebabkan oleh penyakit gerd memiliki penyebab tersendiri. Jika dibiarkan, bisa menyebabkan komplikasi yang cukup serius.

Penyebab utama penyakit gerd adalah melemahnya katup kerongkongan (sfingter) yang memisangkan keorngkongan dengan saluran pencernaan menuju lambung. Melemahnya Katup ini menyebabkan seringkali terbuka dalam keadaan tertentu sehingga memungkinkan asam yang ada di lambung naik melalui kerongkongan. Kondisi asam ini yang menyebabkan sensasi terbakar pada kerongkongan.

Katup kerongkongan (sfingter) akan terbuka ketika makanan yang sudah dikunyah mulut masuk melalui kerongkongan menuju lambung kemudian menutup kembali. Akan tetapi orang yang menginap penyakit gerd mendapati katup kerongkongannya melemah sehingga makanan yang sudah dicerna pada lambung dengan kondisi asam naik kembali. Jika dibiarkan terus menerus, lapisan kerongkongan akan mengalami iritasi hingga peradangan.

Pengobatan Penyakit Gerd

Pengobatan gerd

Penyakit gerd dapat diatasi dengan mengubar perilaku hidup sehari-hari seperti:

  • menurunkan berat badan jika memiliki berat badan belebihan (obesitas)
  • berhenti merokok
  • tidak langsung berbaring atau tidur setidaknya 2 sampai 3 jam setelah makan
  • meninggikan kepala saat tidur
  • tidak menggunakan pakaian yang terlalu ketat
  • menghindari konsumsi makanan yang menyebabkan asam lambung mudah naik seperti alkohol, susu, coklat, mint, kopi dan makanan yang pedas dan berlemak

Untuk mengobati penyakit gerd, dokter akan memberikan obat-obatan yang dapat menurunkan asam lambung, menurunkan produksi asam lambung dan obat yang mempercepat pengosongan asam lambung. Jika cara ini masih belum bisa mengobati penyakit gerd, maka akan dilakukanoprasi. Karena apabila penyakit gerd dibiarkan akan menyebabkan peradangan yaitu munculnya luka hingga jaringan parut pada kerongkongan yang mengakibatkan kesulitan menelan.

Penutup

Sekian pembahasan mengenai apa itu gerd, gejala yang terjadi, hal-hal yang menyebabkab penyakit gerd hingga pengobatan penyakti gerd. Penyakit gerd dapat dicegah dengan mengubah pola hidup yang tidak sehat dengan berhenti merokok, minum alkohol dan mengatuh pola makan. Menghindari hal-hal tersebut akan mengurangi resiko terkena penyakit gerd. Semoga artikel ini bermanfaat dan dapat memberikan informasi mengenai hal-hal yang berkaitan dengan penyakit gerd. Mohon maaf apabila terdapat kesalahan baik dari isi maupun penulisan artikel.

More++

Jangan lupa untuk membaca artikel Fakta lainnya yang lebih menarik dan tentunya memberikan berbagai informasi. Jangan lupa juga untuk share artikel ini melalui media social facebook, instagram, twitter dan whatsapp. Lebih banya yang tahu lebih menarik bukan.

(Visited 51 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *