Menu Tutup

Apa itu Gula Rafinasi ? | Bahaya Gula Rafinasi

Gula menjadi makanan pokok pendukung yang tidak lepas dari kehidupan sehari-hari. Hampir setiap memasak, pasti menggunakan gula untuk menguatkan rasa makanan, atau sebagai tambahan utama untuk membuat makanan yang manis-manis. Pernahkah Anda mendengar Gula Rafinasi ? Gula Rafinasi tidak bisa dikonsumsi langsung sehari-sehari. Penjualannyapun terbatas, hanya bisa digunakan oleh produsen makanan dalam jumlah besar seperti pabrik-pabrik pembuatan sirup, eskrim, biskuit dan makanan lainnya. Lalu apa itu gula Rafinasi ? dan mengapa gula ini berbeda dengan gula putih yang biasa kita konsumsi ?

Apa itu Gula Rafinasi ?

apa itu gula rafinasi
Gula Rafinasi dalam kemasan besar

Gula Rafinasi atau biasa disebut gula kristal putih adalah gula putih yang memiliki warna lebih putih dan lebih bersih dibandingkan gula yang biasa dikonsumsi dipasaran. Kata Rafinasi berasal dari kata refinery yang artinya menyuling, menyaring, dan membersihkan. Gula jenis ini memiliki tingkat kemurnian yang lebih tinggi dibandingkan gula pada umumnya. Meskipun memiliki tingkat kemurnian yang lebih tinggi, mengkonsumsi gula jenis ini terlalu banyak akan menyebabkan gangguan kesehatan seperti kolesterol, diabetes serta penyakit lainnya.

Gula Rafinasi biasa digunakan sebagai bahan baku di industri makanan serta minuman. Hampir sebagian besar makan dan minuman yang beredar di pasaran tidak terlepas dari gula rafinasi, seperti es krim, soda, coklat, kue, jus buah, sereal, yougurt dan lainnya. Bahkan makanan protein bar sekalipun yang di klaim sebagai cemilan sehat, mengandung gula jenis ini.

Ada dua jenis gula Rafinasi yang sering dikonsumsi, diantaranya gula meja (sukrosa) dan sirop jagung tinggi fruktosa (High- fruktose Corn Syrup/ HFCS). Selain digunakan sebagai penambah rasa, gula jenis ini juga sering digunakan sebagai pengawet makanan seperti pada selagi dan jely

Bahaya Mengkonsumsi Gula Rafinasi

apa itu gula rafinsi
Gula

Gula Rafinasi memiliki tingkat kemurnian yang tinggi, jika dikonsumsi dengan jumlah besar serta terus menerus akan berbahaya bagi tubuh. Untuk mencerna gula jenis ini, Anda membutuhkan vitamin B kompleks, magnesium dan kalsium dalam tubuh karena gula ini memiliki tingkat kemurnian yang tinggi. Ketika mencerna gula jenis ini, Vitamin B kompleks “dicuri” dari sistem saraf, sedangkan Kalsium dan Magnesium diperoleh dari gigi dan tulang sehingga menyebabkan osteoporosis dan gangguan kesehatan lainnya.

Jika mengkonsumsi gula farinasi secara terus menerus, Anda akan mudah mengalami pengeroposan tulang sebab proses pencernaan gula ini membutuhkan kalsium dan Magnesium yang dibutuhkan tubuh. Bahaya lain mengkonsumsi gula jenis ini adalah meningkatkan resiko diabetes karena gula Rafinasi mudah sekali terpecah menjadi glukosa. Glukosa dalam tubuh menyebabkan terjadinya hiperglikemia (kandungan gula terlalu tinggi dalam darah) atau terjadi pula hipoglikemia (kandungan gula terlalu rendah dalam darah), hal ini disebabkan karena tubuh melepas insulin secara berlebihan.

Kenapa Gula Rafinasi dilarang dijual bebas ?

Bahaya Mengkonsumsi Gula secara berlebihan

Pemerintah secara resmi telah melarang gula Rafinasi dijual bebas dipasaran berdasarkan SK Menperindag NO 527/MPT/KET/9/2004 yang berisi tentang gula kristal Rafinasi hanya diperuntukkan bagi industrik, bukan untuk konsumsi publik karena harus melalui proses terlebih dahulu. Gula jenis ini mengandung banyak bahan fermentasi yang jika dikonsumsi secara terus menerus akan berbahaya bagi kesehatan. Mengkonsumsi gula jenis ini secara terus menerus dan dalam jumlah yang banyak akan menyebabkan penuaan pada kulit melalui proses alam glikasi.

Proses alami glikasi adalah ketika molekul gula diserap dedalam aliran darah. Proses glikasi ini membahayakan bagi tubuh, karena menutup molekul protein pada kulit yang mengakibatkan kulit akan semakin kusam dan gelap. Selain itu proses glikasi ini juga memengaruhi molekul protein pada kulit yang menghasilkan kolagen dan elastin. Kolagen pada kulit berfungsi memberi kekuatan dan elastisitas kulit dan membantu penggantian sel kulit mati. Dengan kata lain, semakin banyak mengkonsumsi gula jenis ini maka kulit Anda akan semakin gelap dan kusam.

Gula Rafinasi seringkali disebut sebagai kalori kosong. Gula jenis ini tidak mengandung zat-zat yang berguna bagi tubuh seperti vitamin, mineral, protein, serta, lemak dan yang lainnya. Makanan yang mengandung gula jenis ini pada umumnya memiliki garam dan lemak tambahan. Garam dan lemak ini jika dikonsumsi secara berlebihan akan berbahaya bagi kesehatan.

Di Indonesia secara umum dikenal 3 kelompok gula, yaitu gula kristal merah, gula kristal putih serta gula kristal rafinasi. Gula kristal Rafinasi tidak dijual bebas di pasaran. BPOM telah mengatur mutu mutu gula jenis ini dalam dalam SNI 3140.2:2011. BPOM akan mengeluarkan izin edar berdasarkan keaman, mutu , serta label produk pangan.

Gangguan akibat terlalu banyak mengkonsumsi gula

Mengkonsumsi makan yang mengandung gula secara berlebihan akan menyebabkan beberapa gangguan pada tubuh. Beberapa gangguan ini diantaranya:

  • Obesitas. Mengkonsumsi makanan atau minuman yang mengandung gula Rafinasi secara berlebihan akan menyebabkan obesitas. Obesitas ini disebabkan karena makanan dan minuman yang mengandung HFCS (High- fruktose Corn Syrup) dapat membuat Anda resisten terhadap homon leptin. Hormon leptin ini bertugas memberi tahu tubuh kapan Anda harus makan dan kapan harus berhenti. Akibat Anda mengalami resisten terhadap hormon leptin, mengakibatkan ingin terus makan meskipun sudah kenyang. Lama kelamaan mengalami obesitas.
  • Penuaan Dini. Mengkonsumsi gula farinasi secara berlebihan berpotensi terjadinya penuaan dini. Dalam studi American Journal of Public Health, para peneliti menyebutkan bahwa jika mengkonsumsi makan atau minuman yang mengandung gula Rafinasi menyebab kan percepatan penuaan sel-sel.
  • Kerusakan Gigi. Mengkonsumsi makanan yang mengandung gula rentan menyebabkan kerusakan gigi. Kerusakan gigi ini dipicu karena penumpukan bakteri akibat dari mengkonsumsi gula. Penumpukan bakteri menyebabkan gigi berlubang, terutama jika tidak menjaga kebersihan gigi.
  • Meningkatkan resiko diabetes. Gula merupakan jenis karbohidrat sederhana yang dapat meningkatkan gula darah dengan cepat, sehingga meningkatkan resiko diabetes. Terlebih jika mengalami obesitas, resiko diabetes akan semakin tinggi.
  • Resiko gangguan jantung meningkat. Mengkonsumsi gula secara berlebihan menyebabkan kadar trigliserida didalam pembuluh darah dan jaringan lemak meningkat, sehingga meningkatkan resiko gangguan pada jantung.
  • Gangguan mental dan depresi. Mengurus sebuah penelitian, terlalu banyak mengkonsumsi gula dapat meningkatkan resiko gangguan mental dan depresi. Selain itu, penelitian lain juga menyebutkan, mengkonsumsi makanan olahan, makanan yang digoreng serta makan dengan pemanis buatan secara rutin, dapat menyebabkan kemungkinan depresi dikemudian hari.

Penutup

Sekian artikel mengenai Apa itu gula rafinasi. Semoga artikel ini bermanfaat untuk memberikan informasi seputar bahaya mengkonsumsi gula rafina dan kenapa Gula jenis ini tidak dijual bebas dipasaran, serta beberapa gangguan kesehatan akibat terlalu banyak mengkonsumsi gula. Mohon maaf apabila terdapat kesalahan baik dari segi isi maupun penulisan artikel.

More++

Jangan lupa untuk membaca artikel Fakta lainnya yang lebih menarik dan tentunya memberikan berbagai informesi. Jangan lupa juga untuk membagikan artikel ini melalui media social facebook, twitter, instagram dan yang lainnya. Lebih banyak yang tahu, lebih menarik bukan 🙂

Baca juga: