Menu Tutup

Apa itu Rebo Wekasan ? | Rabu Pungkasan

apa itu rebo wekasan

Rebo Wekasan atau Rabu Pungkasan pasti sudah tidak asing di telinga kita. Kali ini saya akan membahas apa itu rebo wekasan, bagaimana asal usulnya, amalan yang biasa dijalankan dan beberapa hal lain yang perlu disampaikan menurut para ulama. Meskipun rebo wekasa tidak asing di suku sunda dan jawa, dan beberapa daerah lainnya, ada pula kalangan yang tidak vamiliar dengan rebo wekasa. Oleh sebab itu, artikel ini akan membahas lebih lanjut apa itu rebo wekasan.

Artikel ini dirasa perlu untuk dibahas, sebab masih banyak yang simpang siur mengenai apa itu rebo wekasan dan amalan-amalan apa saja yang dilakukan. Banyak juga yang tidak menjalankan amalan rebo wekasan secara khusus pada hari rabu, sebab rabu wekasan tidak menjadi amalan yang harus dilaksanakan. Dalam artikel ini akan dijelaskan apa itu rebo wekasan menurut para ulama, berikut hal-hal yang mendasari adanya rebo wekasan.

Apa itu rebo wekasan ?

Rebo wekasan adalah hari rabu terakhir di bulan Safar, bulan ke 2 dalam kalender Hijriah. Istilah rebo wekasan ini berasa dari kalender lunar versi Jawa yang artinya rabu pungkasan.

Sebagian orang ahli makrifat termasuk orang yang ahli mukasyafah mengatakan setiap tahun Allah menurunkan bala (bencana) yang berjumlah 320.000. Kesemuanya diturunkan pada hari Rebo yang terakhir di bulan Shafar. Maka dianjurkan hari itu shalat 4 rakaat dengan 2 salam.

Ulama ahli mukasyafah artinya ulama yang diberi pertanda oleh Allah tentang bencana yang hendak terjadi. Peristiwa ini kadang benar-benar terjadi, kadang juga tidak. Ulama yang shaleh ahli ibadah, tidak bermaksiat seringkali diberikan ilham oleh Allah. Kita diperbolehkan menjalankan perintah ulama tersebut, asalkan tidak bertentangan dengan syariat islam

Istilah rebo wekasan ini bukan berasal dari Nabi Muhammad SAW, tidak ada Hadist yang meriwayatkan ini. Akan tetapi istilah rebo wekasan ini bermula dari ada seorang yang shaleh, beriman mengatakan bahwasanya dihari itu akan turun penyakit. Maka minta lah perlindungan dari Allah untuk bisa dijauhkan dari penyakit, yaitu berupa solat sunat hajat dan amalan lainnya. Dari Hadist nya memang tidak ada, tetapi karena disebutkan oleh ulama orang yang shalih dan beriman, maka kita tidak bisa langsung menyalahkan hal tersebut. Kemudian yang diperintahkan pun melakukan kebaikan, bukan melakukan keharaman.

apa itu rebo wekasan
Rebo wekasan

Amalan ketika Rabu Wekasan

Amalan ketika Rabu Wekasan atau hari rabu terakhir di bulan Safar yaitu memperbanyak shalat sunat dan bersedekah. Shalat sunat yang dijalankan biasanya salat sunat mutlak (solat sunat yang bisa dilakukan kapanpun, kecuali pada waktu diharamkannya solat, minimal 2 rakaat) atau ada juga yang menjalankan salat sunat hajat dengan mengkhususkan meminta dijauhkan dari bencana. Salat sunat ini tidak bergantung harus dijalankan ketika Rabu wekasan, tetapi bisa dilaksanakan kapanpun asalkan tidak dalam waktu diharamkannya mengerjakan shalat.

Shalat sunat hajat untuk meminta agar tidak terjadi bencana besar atau dijauhkan dari penyakit-penyakit itu sesuai dengan yang diajarkan oleh Rasulullah. Begitupun dengan bersedekah, sesuai dengan Hadist nabi berikut ini

Rasulullah SAW Bersabda:

عن أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: إِنَّ الصَّدَقَةَ لَتُطْفِئُ غَضَبَ الرَّبِّ وَتَدْفَعُ مِيتَةَ السُّوءِ

Artinya: Dari Anas bin Malik Radhiyallahu `anhu ia berkata,”Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda,’Sesungguhnya sedekah benar-benar memadamkan kemurkaan Rabb, dan mencegah kematiaan su’ul khatimah.’” (Riwayat At Tirmidzi [664], dan ia menghasankannya)

Dalam hadits lain Nabi Muhammad SAW juga bersabda bahwa sedekah itu menolak 70 jenis bala atau musibah.

Sedekah dapat menolak 70 macam bencana dan yang paling ringan (di antara bencana itu) adalah wabah penyakit kusta dan lepra,” (HR. Thabrani dalam Mu’jamul Kabir) .

Selain mengerjakan solat sunnah dan memperbanyak sedekah, amalan rabu wekasan lainnya yaitu memperbanyak dzikir dan membaca surat Yaasin. Untuk orang-orang yang tidak bisa mengerjakan amalan seperti anak-anak kecil, orang tua yang sedangsakit tidak bisa mengerjakan apapun, biasanya diberikan air yang telah dicelupkan kertas berisi dzikir. Air ini boleh diminum, tetapi kertanya tidak boleh ditelan, sebab akan dicerna dan kalimat Allah akan jatuh ke tempat yang kotor berupa saluran pencernaan. Perlu kehati-hatian untuk menyikapi hal ini, sebab dikhawatirkan menimbulkan kesyirikan. Kertas yang diberi tulisanpun ditulis dengan jelas kalimat Allah berupa dzikir, bukan tulisan-tulisan yang berbau kesyirikan.

Untuk orang yang mampu melakukan ibadah, lebih disarankan untuk melakukan shalat sunat mutlak atau shalat sunat hajat, memperbanyak sedekah dan dzikir, membaca ayat suci Al-Quran dibandingkan hanya dengan meminum air yang telah diberi bacaan-bacaan saja. Sebab Allah menilai ibadah-ibadah yang kita lakukan dan boleh jadi Allah mencegah turunnya bencana karena mengabulkan doa-doa ketika beribadah.

Perlu ditekankan, tidak ada salat sunat rebo wekasan, tetapi yang ada ketika rebo wekasan biasanya dilakukan solat sunat hajat atau solat sunat mutlak.

Bersikap Bijak

Ada orang yang menjalankan amalan rebo wekasan, ada juga yang tidak. Kita boleh mempercayai bahwa di hari rabu terakhir di Bulan Safar Allah menurukan berbagai penyakit, boleh juga tidak mempercayainya. Sebab hal itu tidak berasal dari Rasulullah SAW. Untuk orang yang mempercayainya tidak boleh menyalahkan orang-orang yang tidak mempercayainya, begitupun sebaliknya. Asalkan amalan-amalan yang dilakukan sesuai dengan yang diajarkan oleh Rasulullah SAW. Sebab ilham yang didapat oleh orang yang shalih tidak boleh dijadikan sebagai hujjah (alasan).

Islam telah disampaikan secara sempurna kepada Rasulullah SAW, maka kita hanya perlu mengikuti tuntunan nya dan menjauhi larangannya. Amalan yang dilakukan ketiak Rabu Wekasan seperti salat sunat hajat, salat sunat mutlaq, memperbanyak sedekah, berdzikir, membaca Al-Quran, bisa juga dijalankan dihari-hari lain. Lebih bagus dilakukan setiap hari, agar amal kebaikan kita semakin bertambah. Sebab lebih baik mengerjakan kebaikan yang sesuai dengan tuntunan nabi daripada tidak sama sekali.

Artikel ini kebanyakan diambil dari ceramah Buya Yahya dalam Yoytube(disinihttps://www.youtube.com/watch?v=rV4r82WClNk&app=desktop). Beliau bersikap sangat bijak sekali, ia memperbolehkan untuk mengikuti amalan-amalan rebo wekasan berikut dengan penjelasannya, juga memperbolehkan untuk tidak mempercayainya disertai penjelasannya juga.

Penutup

Sekian artikel mengenai Apa itu Rebo Wekasan. Semoga artikel ini bermanfaat, khususnya bagi Anda yang sedang mencari referensi. Hal-hal yang baik dari Allah SWT, sedangkan yang keliru murni atas kesalahan saya sendiri. Mohon maaf apabila terdapat kesalahan baik dari segi isi maupun penulisan artikel. Menjadi baik merupakan sebuah keharusan dan kebutuhan sedangkan berbuat salah adalah sebuah pilihan. Kita bisa memilih hal-hal yang baik ataupun tidak baik untuk diri kita sendiri, dan untuk memilihnya, kita perlu ilmu. Maka jangan pernah berhenti untuk belajar. Semoga bermanfaat.

More++

Jangan lupa untuk membaca artikel Faktahttps://varminz.com/category/fakta/ lainnya yang lebih menarik dan tentunya memberikan berbagai informasi. Jangan lupa juga untuk share artikel ini memallui media sosial facebook, twitter, instagram dan lainnya. Lebih banyak yang tahu lebih menarik bukan 🙂

(Visited 26 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *