Menu Tutup

Apa itu Sistem Zonasi | Zonasi adalah

Belakangan ini publik sedang bising dengan sistem zonasi hingga menjadi trend di media social dan dikaitkan dengan berbagai hal. Sistem zonasi yang sedang menjadi program pemerintah baru-baru ini hangat dibicarakan masyarakat sebab menjadi sistem yang baru. Kebaruan ini menjadikan masyarakat perlu menyesuaikan keadaan dari adanya kebijakan sistem zonasi. Sebelum berbicara panjang lebar mengenai sistem zonasi, tahukan Anda apa itu Sistem Zonasi ?

Banyak sekali polemik terkait sistem zonai hingga menjadi perbincangan khususnya bagi para orang tua. Tentunya polemik ini menjadi kajian bagi pemerintah untuk menerapkan sistem zonasi agar tidak ada masyarakat yang terintimidasi. Berbicara mengenai kebijakan pemerintah, tentunya harapan pemerintah dengan kebijakan ini ingin mewujudkan sistem yang lebih baik lagi. Tetapi begitulan sifat hal baru memang perlu penyesuaian dari berbagai pihak dan memikirkan berbagai kemungkinan yang akan terjadi.

Pemerintah membuat kebijakan sistem zonasi ini tentunya untuk mengatasi kecacatan yang telah menjadi penyakit di Indonesia. Kecacatan ini jika dibiarkan terlalu lama akan mendarah daging dan sulit untuk dihilangkan. Para ahli dibidangnya telah mengkaji berbagai kemungkinan yang akan terjadi apabila sistem zonasi diterapkan. Tetapi bagaimana pun juga tidak ada kebijakan yang akan berjalan sempurna, salah satunya perlu adanya waktu untuk dilakukan penyesuaian.

Apa itu Sistem Zonasi ?

Apa itu sistem zonasi
Apa itu sistem zonasi ? via republika.co.id

Sistem zonasi adalah seleksi calon peserta didik baru yang dilakukan dengan memprioritaskan jarak tempat tinggal terdekat ke sekolah dalam zonasi yang ditetapkan. Kebijakan pemerintah dalam sistem penerimaan peserta didik baru ini mengharuskan calon peserta didik untuk menempuh pendidikan di sekolah yang memiliki jarak terdekat dari domisilinya masing-masing. Jarak terdekat yang dimaksud dihitung berdasarkan jarak tempuh dari kantor Desa/ Kelurahan menuju ke sekolah.

Sistem zonasi termaktub dalam Pemrindikbud No.51/2018 tentang penerimaan peserta didik baru tahun ajaran 2019/2020. Dalam detik.news Mentri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy mengatakan zonasi itu guna memberikan akses dan keadilan terhadap pendidikan bagi semua kalangan masyarakat. Pasalnya di Indonesia telah menjadi budaya ada sekolah Favorit dan sekolah biasa saja. Sekolah favorit diisi oleh siswa dengan kecerdasan yang cukup dan tingkat perekonomian menengah ke atas sedangkan sekolah biasa diisi identik oleh siswa buangan. Jika difikir-fikir paradigma ini cukup kejam dan sangat tidak adik bagi mereka yang terindimidasi.

Dengan adanya sistem zonasi ini diharapkan semua siswa memiliki hak yang sama untuk mendaftarkan diri di sekolah terdekat yang ada dilingkungannya. Jarak yang dekat dari rumah menuju sekolah diharapkan dapat membantu para orang tua dalam hal biaya transportasi sehari-hari sehingga tidak terlalu banyak pengeluaran. Siswa yang bersekolah dengan jarang tempuh yang cukup jauh, selain membengkak dalam biaya transportasi, juga akan menghmbat kelancaran lalu lintas dipagi hari jika sistem zonasi tidak diterapkan.

Pemerintah tentunya bermaksud baik mengubah Penerimaan Peserta Didik Baru dengan kebijakan sistem zonasi. Tetapi disamping berbagai niat baik memeeintah, ketika pelaksaan dilapangan banyak pihak-pihak yang merasa tidak adil hingga melaporkannya ke Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI). Berikut ini beberapaa masalah terkait sistem zonasi

Apa itu sistem zonasi: Masalah Dalam Pelaksanaan Sistem Zonasi

apa itu sistem zonasi
Masalah dalampelaksaan sistem zonasi via harian.analisadaily.com

Kuota PPDB tahun ini menggunakan aturan sistem zonasi menimbulkan banyak polemik di masyarakat. Penerimaan Peserta Didik Baru dibedakan menjadi 3 jalur dengan ketentuan yaitu:

  • berdasarkan zonasi atau jarak terdekat menerima peserta didik baru dengan kuoata 90%
  • berdasarkan prestasi baik akademik maupun non akademik 5%
  • dan berdasarkan perpindahan orang tua/wali sebanyak 5%

Dengan persentase ini banyak masyarakat yang merasa keberatan, pasalnya ketentuan ini tidak banyak mengatasi masalah malah menambah beberapa masalah. Berikut ini beberapa masalah yang timbul akibat penerapan kebijakan sistem zonasi dalam Penerimaan Peserta Didik Baru

Apa itu sistem zonasi: Tidak semua zona terdapat sekolah negeri

Salah satu tujuan sistem zonasi ini memberikan kesempatan siswa bersekolah dengan radius atau jarak terdekat dari rumah ke sekolah dengan mengesampingkan prestasi siswa. Sekolah negeri di Indonesia identik dengan sekolah favorit dengan kualitas yang mumpuni dan dengan biaya yang tidak terlalu tinggi. Berbeda dengan sekolah swasta, jika sekolah tersebut bagus dari segi pengajar maupun fasilitas maka cenderung biaya pendaftaran yang dibutuhkan cukup tinggi. Hal ini tentunya menjadi masalah bersar bagi siswa yang memiliki prestasi baik dan tidak mampu bersekolah di sekolah swasta sedangkan jarak ke sekolah negeri terlalu jauh sehingga peluang diteriman di sekolah negeri cenderung sedikit.

Sistem zonasi dinilai melanggar hak anak

Hak anak mengenyam pendidikan hingga 12 tahun sangat perlu diperhatikan oleh berbagai pihak. Kebijakan sistem zonasi yang baru-baru ini dijalankan oleh pemerintah dinilai melanggar hak anak untuk bersekolah. Pasalnya tidak semua daerah terdapat sekolah negeri yang dapat menampung anak-anak dari berbagai kalangan untuk menempuh pendidikan. Hal ini tentunya menjadi masalah besar yang perlu diperhatikan oleh pemerintah. Selain itu dengan sistem ini juga banyak sekolah-sekolah di beberapa daerah dengan jumlah siswa yang cenderung sedikit sebab di daerah tersebut terdapat banyak sekolah negeri.

Kurangnya sosialisasi dari pemerintah

Kebijakan yang baru-baru ini dilaksanakan dinilai kurang sosialisai baik kepada dinas pendidikan yang ada di daerah-daerah, pihak sekolah maupun kepada masyarakat. Kurangnya sosilisasi ini menjadikan kebijakan sistem zonasi yang dijalankan seolah-olah “kurang matang” sehingga banyak berbagai hambatan dalam pelaksanaanya. Banyak masyarakat yang mengeluh dan mengadu dalam media social resmi KPAI yang kurang memahami sistem zonasi ini sebab malah merugikan mereka.

Peserta didik berprestasi terintimidasi

Sistem zonai yang menekankan radius terdekat dengan sekolah menyebabkan sediktinya kesempatan bagi pesesrta didik dengan nilai UN tinggi bersekolah disekolah yang mereka dambakan. Kebijakan sistem zonasi perlahan-lahan memang menghapuskan kesetimpangna yang terjadi antara sekolah favorit dengan sekolah biasa saja. Tetapi bagaimanapun, sekolah dengan predikat favorit memiliki keunggulan baik dari segi kualitas maupun fasilitas yang tersdia. Keunggulan ini secara tidak langsung meberikan semangat bagi peserta didik untuk berusaha semaksimal mungkin agar dapat bersekolah disekolah dengan kualitas dan fasilitas yang mumpuni.

Sayangnya dengan sistem zonasi ini menyampingkan prestasi akademik peserta didik dan malah mengintimidasi peserta didik berprestasi. Disiliha kekurangan yang perlu dikaji dan menjadi bahan evaluasi bagi pemerintah agar tidak terjadi intimidasi pagi peserta didik yang berprestasi. Sebab bagaimanapun, peserta didik yang berprestasi perlu diberi penghargaan.

Pentup

Sekian pembahasan mengenai apa itu sistem zonasi. Semoga arttikel ini bermanfaat khususnya bagi Anda yang sedang mencari tahu apa itu sistem zonasi. Bagaimapun kebijakan pemerintah menyelenggarakan sistem zonasi pada Penerimaan Peserta Didik Baru bermaksud baik salah satunya untuk mengatasi kesetimpangan yang terjadi. Namun disisi lain pemerintah perlu adanya evaluasi agar dapat mengatasi masala-masalah yang terjadi terkait pelaksaan sistem zonasi yang dirasa tidak adil. Mohon maaf apabila terdapat kesalah baik dari segi penulisan maupun isi artikel.

More++

Jangan lupa untuk menbaca artikel Fakta lainnya yang lebih menarik dan tentunya memeberikan berbagai informasi terkini yang sedang hangat dibicarakan. Jangan lupa juga untuk share artikel ini melalui media social Anda, siapa tahu ada rekan atau kerabat Anda yang memerlukan informasi mengenai apa itu sistem zonasi. Lebih banyak yang tahu lebih baik buka 🙂 terimakasih.

(Visited 40 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *