Menu Tutup

Arti Golput | Golongan putih | Golput adalah

Arti Golput

Pesta demokrasi 2019 adalah memori yang tak kalah penting bagi bangsa Indonesia. Dalam pemilu kali ini sedikitnya 5 jenis surat suara yang dicoblos oleh masyarakat. Banyaknya surat suara ini dan beberapa faktor-faktor lain, tidak sedikit masyarakat yang memiliki golput. Tahukah anda apa arti golput?

Tidak sedikit orang yang lebih memilih untuk golput. Masyarakat ini lebih memilih surat suara yang menjadi haknya untuk gugur sehingga tidak dapat dihitung suaranya. Orang yang memilih tetapi surat suaranya diangga gugur ini diseput golput.

Golput ditujukan bagi orang-orang yang tidak memilih, tetapi kenapa disebut golput? Dalam artikel ini akan dibahas mengenai arti golput, jenis-jenis golput dan akibat golput.

Arti Golput

Arti Golput
Suara Golput

Golput adalah singkatan dari golongan putih. Golongan putih ini merupakan istilah politik yang diberikan pada masyarakat yang tidak mencobolos surat suara tidak sesuai dengan aturan sah nya suara. Sehingga suara para pemilih golput tidak dihitung sebab suara yang dicoblos tidak sah.

Golongan putih menjadi istilah politik berawal dari gerakan protes mahasiswa dan para pemuda ketika pelaksanaan pemilu pertama pada masa orde baru tahun 1971. Golongan putih pertama kali dicetuskan oleh Imam Waluyo. Mengapa dipakai istilah putih? Sebab gerakan ini menganjurkan agar mencoblos bagian kertas yang putih diluar gambar parpol.

Pada masa pemilihan tahun 1971 pemilu diikut oleh 10 peserta partai politik, jauh lebih sedikit dari pelaksanaan pemilu sebelumnya tahun 1955 yang diikuti oleh 192 partai politik. Peserta partai politik pada pemilu tahun 1971 lebih sedikit karena ada beberapa parpol dibubarkan dari pemilu sebelumnya, antara lain Partai Komunis Indonesia (PKI), Majelis Syuro Muslimin Indonesia (Masyumi), dan Partai Sosialis Indonesia (PSI).

Pada masa ini, sebagian besar masyarakat Indonesia pergi ke TPS (Tempat Pemungutan Suara) untuk mencoblos, sebab masuarakat yang tidak pergi akan ditandai. Maka jika tidak ingin memilih pada saat itu tidak ada cara lain selain menjadi golongan putih.

Golput adalah hak politik yang tidak dilarang oleh undang-undang dan bukan merupakan tindakan kriminal. Contoh yang merupakan tindakan kriminal adalah ketika para pengusaha atau pemimpin perusahaan tidak memberikan kesempatan atau kelonggaran untuk menyalurkan hak pilihnya.

Arti Golput: Jenis-jenis Golput

Golput dibedakan menjadi beberapa jenis, disesuaikan dengan berbagai kondisi yang menjadi alasan golput. Berikut ini beberapa jenis :

Arti Golput: Golput Pragmatis

Arti golput || golput pragmatis
Golput pragmatis via pkpberdikari.id

Goput pragmatis adalah golput yang ditujukan bagi mereka yang menganggap pemilu tidak memberikan keuntungan langsung bagi pemilihih. Sesuai dengan namanya pragmatis yang berarti dampak yang dirasakan langsung oleh diri sendiri.

Masyarakat golput pragmatis beranggapan walaupun pemilu dilaksankan atau tidak, mereka memilih ataupun tidak, nasib mereka tidak akan berubah. Nyatanya, sistem pemerintahan tidak akan berjalan dengan sekejap menedipkan mata. Lambat laun, setiap sistem pemerintahan akan memberikan dampak bagi masyarakat baik secara langsung ataupun tidak.

Arti Golput: Golput Ideologis

Golput ideologis via nasional,kompas.com

Golput ideologis ditujukan bagi masyarakat yang tidak percaya pada sistem ketatanegaraan yang tengah berlaku. Masyarakat menganggap mau mencoblos ataupun tidak, sistem ketatanegaraan telah dikuasai oleh para elit sehingga keikut sertaan dalam pemilu dianggap percuma. Masyarakat golput ideologis berkeyakinan pemilihan para pejabat daerah nyatanya telah diatur oleh para elit.

Arti Golput: Golput Politis

Golput politis via news.detik.com

Golput politis adalah golput yang ditujuan pada masyarakan yang menganggap kandidat-kandidat yang dicalonkan dalam pemilu tidak mampu mewadahi kepengtingan serta preferendi politik mereka. Masyarakat golput politis percaya pada negara dan pelaksanaan pemilu, hanya saja mereka bersikap sesuai dengan kepentingen polotis.

Arti Golput: Golput Teknis

Golput teknis via radioidola.com

Golput teknis adalah golput yang ditujukan bagi masyarakat yang tidak bisa mengikuti pemilu dikarenakan ada kesalahan teknis. Kesalahan ini contohnya tidak bisa datang ke TPS karena ada suatu hal, kekeliruan saat mencoblos sehingga suara tidak sah, nama yang tidak terdaftar dan lainnya.

Arti Golput: Golput Pemilih Hantu (Ghost Voter)

Golput pemilih hantu via ladyliberty1885.com

Ghost voter atau pemilih hantu mengacu pada masyarakat yang namanya telah tertera dalam DPT (Daftar Pemilih Tetap) tetapi tidak bisa melaksanakan pemilu karena berbagai alasan. Alasan tersebut misalnya nama yang tertera dalam DFT telah meningga sehingga suara dianggap golput. Atau bisa juga nama yang tertera dalam DFT telah terdaftar ganda dan telah melaksanakan pemilu ditempat lain.

Arti Golput: Sejarah Golput

Sejarah golput via litersipublik.com

Golput (golongan putih) awalnya adalah sebuah gerakan moral yang dicetuskan sebulan sebelum hari pemungutan suara pada pemilu pertama di era Orde Baru. Hari pemungutan suara pada pemilu pertama di era Orde Baru dilaksanakan pada 3 Juni 1971 di Balai Budaya Jakarta.

Salah seoran aktifis Golput bernama Arif Boediman berpendapat bahwa gerakan golongan putih bukan untuk mencapai kemenanga politik, melainkan untuk melahirkan tradisi. Tradisi yang dimaksud adalah sebuah jaminan perbedaan pendapat dengan penguasa dalam situasi apapun. Kelompok ini berpendapat ABRI (Angkatan Bersenjata Republik Indonesi) memegang kekuatan lebih efektif yang menentukan nasib negara kedepan.

Dampak Golput

Apabila golput terjadi secara besar-besaran tentu akan memberikan akibat yang harus diterima oleh bangsa. Meskipun golput adalah hak setiap orang, tetapi pilihan untuk tidak memilih harus menerima akibat yang akan terjadi. Artinya, walaupun satu suara tidak memberikan perubahan yang cukup besar, setidaknya sudah menentukan pilihan. Beikut ini dampat yang akan terjadi akibat golput

Calon memobilisasi suara

Apabila hak suara tidak digunakan, maka bersiaplah untuk memberikan celah kepada caon memobilisasi suara. Calon yang memiliki suara paling banyak memiliki peluang terpelih, meskipun dirasa calon tersebut kurang unggul untuk terpilih. Satu suuarapun sangat penting untuk menentukan siapa yang pantas memimpin.

Program pembangunan yang tidak didukung

Apabila calon terpilih, tentu akan melaksanakan program pembangunan yang menjadi program kerjanya. Jika banyak masyarakat yang tidak menyalurkan hak pilihnya, dikhawatirkan banyak masyarakat yang tidak mendukung program pembangunan tersebut. Akibatnya potensi kegagalan pencapaian tujuan pembangunan cukup besar. Kegagalan pencapaian tujuan akan sangat membahayakan bagi pemerintahan.

Berpotensi sabotase

Kelompok yang tidak menyalurkan hak pilihnya, dikhawatirkan akan berpotensi untuk menghambat program-program yang telah disusun oleh pemerintah. Hambatan ini dapat berupa sabotase atas kebijakan-kebijakan yang disusun oleh pemerintah, pembelokan arah pembangunan yang telah direncanakan oleh pemerintah, maupun hambatan lainnya.

Demokrasi yang tidak sehat

Kelompok yang tidka menyalurkan hak pilihnya akan merasa diluar dari sistem politik yang dibangun sebab merasa tidak mendukung sistem manapun. Hal ini menandakan demokrasi yang tidak sehat, sebab demokrasi secara utuh memerlukan partisipasi masyarakat unutk menjalankan sistem ataupun program yang telah dilaksanakan.

Kerugian dari sisi ekonomis

Dampak laiinya apabila banyak masyarakat yang memilih golput diantaranya kerugian dari sisi ekonomis. Mengapa? Pemilu membutuhkan biaya yang cukup besar. Jika banyak masyarakat golput, artinya pemilu tidak terlaksana dengan baik, sebab surat suara tidak berfungsi optimal sebagaimana mestinya.

Penutup

Pemilihan berdasarkan suara rakyat adalah tujuan dari demokrasi. Jika demokrasi ini tidak tersalurkan sebagaimana mestinya, artinya demokrasi telah cacat. Kecacatan demokrasi ini berdampak pada pertumbuhan negara disamping huru hara dari faktor lainnya. Semoga artikel ini bermanfaat, mohon maaf apabila ada kekurangan dan kesalahan.

More++

Jangan lupa untuk membaca artikel fakta lainnya yang lebih menarik dan tentunya dapat memberikan wawarsan.

(Visited 59 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *