Menu Tutup

Artikel ke 100 |Berbagi Pengalaman

Ga kerasa udah 100 artikel aja, baru 100. Perjalanan hingga 1000 artikel masih panjang. Kali ini saya akan membagikan perjalanan saya menulis artikel hingga sampai pada artikel ke 100 ini. Dari mulai pengalaman menulis artikel untuk pertama kalinya di Web ini, kenapa susah-susah bikin artikel, alasan kenapa nulis di web, dan perjalanan lainnya yang menurut saya cukup disayangkan jika dilewatkan begitu saja. Berikut ini perjalanan menulis hingga mencapai artikel ke 100 saat ini.

Awal Mula

artikel ke 100
Memulai berkarya

Setelah suami lulus kuliah tahun 2018, Alhamdulillah mendapatkan pekerjaan disebuah perusahaan swasta bidang programmer. Sejak kuliah pada semester akhir, doi sudah tertarik untuk membuat website dan berencana mengembangkannya bersama. Maka tidak lama setelah lulus, tepatnya sekitar bulan Desember 2018, mulailah menyewa Web hosting dan mulai mengembangkannya. Setelah desain dan lain halnya sudah siap, dia meminta saya untuk mulai menulis artikel, tentang apapun.

Waktu itu saya sedang mengajar, disela-sela kesibukan saya sebagai guru, sayapun menyempatkan diri untuk mulai menulis artikel. Karna dulu waktu kuliah sudah pernah nulis artikel matematika berjudul MENGAPAN NEGATIF DIKALI NEGATIF HASILNYA POSITIF dan belum diterbitkan, maka saat itu saya hanya menambahkan saja. Oiya, dalam punilas artikel, kami menargetkan minimal ada 1000 kata dalam satu artikel.

Artikel kedua saya berjudul ARTI UNBOXING yang Alhamdulillah artikel ini masih hits sampai sekarang. Jujur saja, sebelumnya saya jarang sekali menulis, membuat buku harian saja sudah tidak pernah. Alhasil, ketika menulis artikel kedua dari nol ini cukup menguras fikiran hehe, padahal isinya sangat ringan.

Menikah

artikel ke 100

Pada tanggal 09 Februari 2019, kita menikah, kemudian tanggal 03 Maret saya ikut suami pindak ke Jakarta, karena beliau kerja disini. Mulai saat itu, saya lebih fokus menulis artikel-artikel untuk mengembangkan Website saya dan suami. Banyak yang nanya, kenapa ngga kerja ? Menurut saya, dengan menulis artikel seperti ini pun sudah cukup mengisi waktu luang sembari menunaikan kewajiban utama sebagai istri untuk mengurus keperluan rumah tangga.

Aktifitas saya menulis artikel sempat terhambat ketika menemukan kegemaran baru yaitu merajut pada sekitar bulan Desember 2019. Saya tersibukkan membuat aneka kerajinan tangan merajut seperti tas, amigurumi, peci dan yang lainnya. Meskipun begitu, Alhamdulilah suami tetap mendukung kegemaran baru saya. Jujur saja, waktu itu saya hanya sesekali membuat artikel, malah pernah tidak membuat artikel sama sekali dalam satu bulan. Hingga saat ini, kegemaran merajut saya masih berlanjut, sekarang saya sedang membuat konektor masker yang pembuatnya tidak menguras waktu. Meskipun begitu, hobi merajut saat ini hanya menjadi selingan. Mulai saat ini, saya akan mengutamakan kembali menulis artikel.

Ngapain Nulis

artikel ke 100
Bingung

Banyak pelajaran yang bisa diambil ketika menulis, mulai dari informasi tulisan yang sudah pasti didapat, menulis juga mengajarkan saya untuk mengembangkan bahasa, kreatifitas dan daya ingat yang tertuang melalui tulisan. Awalnya, jujur saja menulis itu sulit, cukup sulit, tapi seiring berjalannya waktu, akhirnya mulai terasah juga. Saya ingat sekali ketika menulis artikel diawal-awal, banyak kalimat-kalimat yang sering terulang, atau pokok pembahasan yang sebenernya itu-itu aja tapi diulang lagi. Proses itu telah saya lewati, dan banyak sekali pelajaran yang didapat hingga saat ini.

Membangun websitu saya ibaratkan seperti membeli sebidang tanah kosong yang hendak disisi tanaman-tanaman untuk dijadikan perkebunan. Artikel-artikel yang saya buat seperti tanaman pada perkebunan itu. Saat ini, Website saya masih perkebunan yang di isi tanaman-tanaman kecil, belum tumbuh besar, sehingga hasil yang didapat belum maksimal. Tapi, seiring bejalannya waktu, jika perkebunan dirawat dengan sebaik mungkin, diisi tanaman-tanaman, suatu hari hasilnya pasti akan dituai. Website ini ibarat perkebunan ala milenial, tidak perlu panas-panas mencangkul, mengeluarkan tenaga, cukup duduk manis didepan gadget kemudian menulis artikel sebanyak, sebaik, dan semenarik mungkin.

Menulis artikel juga menjadi media saya untuk lebih banyak berbagi mengenai informasi-informasi yang saya dapatkan, membagikan pengalaman-pengalaman saya kepada orang-orang yang mungkin informasinya dibutuhkan. Sebab dijaman sekarang ini, hampir setiap orang tidak terlepas dari internet, apa-apa cari di internet, tanya mbah google.

Waktu awal-awal nulis artikel, setiap pagi hari setelah melakukan semua kegiatan rumahan, hal yang pertama kali terpikir, nulis apa ya hari ini. Ketika jamannya gemar merajut, pertanyaannya rubah, bikin apa ya hari ini. Dan sekaran, alhamdulillah keduanya beriiringan setiap harinya. Ketika penat menulis, diselingi merajut dan main Mobile Legends (eh), lalu menulis lagi. Mohon do’a nya teman-teman, semoga selalu istiqamah. Istiqamah menulis artikel sama merajut ya, bukan main ML. hehe.

Suka duka menulis 99 artikel

Dalam meracik satu buah artikel, biasanya inti bahasanya saya ambil dari internet, dari buku-buku elektronik atau dari youtube. Meracik ketiga sumber tersebut menggunakan penyampaian sendiri dan tiada jadilah artikel yang saya terbitkan. Ada juga artikel yang sumbernya dari berbagai buku cetak atau buku elektronik saja, dari berbagai artikel lainnya di google yang dipadukan pembahasannya.

Artikel yang paling sulit itu ketika sulit mencari sumber pembasannya, sehingga saya harus lebih banyak mencari lagi sumber-sumber lainnya. Atau ada juga artikel yang sulit saya pahami, karena merupakan bahasan baru bagi saya dan terdapat banyak istilah ilmiah yang tidak saya ketahui. Ketika menulis, kita dituntut untuk lebih banyak membaca, dan disitulah saya sadar betapa dangkalnya ilmu yang saya miliki, sehingga harus terus belajar.

Awal-awal menulis artikel, saya belum terlalu memahami artikel yang dibuat harus seperti apa sehingga memenuhi standar yang telah ditentukan website. Sehingga, ketika telah menulis, biasanya suami yang mengedit artikel hingga memenuhi SEO. Tetapi untuk saat ini, Alhamdulillah saya bisa menulis dan langsung menerbitkan artikel yang telah saya buat.

Target 1000 kata dalam setiap menulis menjadi tumpuan setiap artikel. Kalau artikelnya sulit, 300 kata pun sudah cukup berat, sehingga membuat artikel 1000 kata bisa sampai seharian. Tetapi beda lagi jika artikel yang dibuatnya cukup mudah, 1000 kata seolah tidak terasa, padahal sama saja menghabiskan waktu seharian.

Tidat terasa, artikel ke 100 ini sudah mencapai 821 kata saja. Jika sudah mencapai diatas 800 kata, bisanya sudah ketika menulis sudah tidak terasa lagi, tiba-tiba dicek sudah 1000 kata saja. Dan ini saatnya saya menulis penutup artikel

Penutup

Sekian artikel mengenai Penalaman menulis hingga artikel ke 100 ini. Ucapan terimakasih saya sampaikan kepada suami tercinta Firman Firdaus, karena telah memfasilitasi saya menulis dalam Website ini. Juga terimakasih karena telah memberikan motivasi kepada saya ketika dulu ingin menyerah menulis, dan terimakasih telah memberikan banyak arahan, pengetahuan juga tuntunan. Semoga artikel ini bermanfaat dan dapat menjadi inspirasi sekaligus pemicu teman-teman semua untuk senantiasa terus belajar. Mohon maaf apabila terdapat kesalahan baik dari segi isi maupun penulisan artikel.

More++

Jangan lupa untuk membaca artikel Pengalamanhttps://varminz.com/category/pengalaman/ lainnya yang memberikan berbagai informari menarik. Jangan lupa juga untuk membagikan artikel ini melalui media social facebook, twitter, instagram dan lainnya. Lebih banyak yang tahu lebih menarik bukan. 🙂

(Visited 12 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *