Menu Tutup

Bahan untuk Membuat Masker Kain

Untuk mencegah penularan virus corona, pemerintah telah mewajibkan kepada seluruh masyarakat apabila berada diluar rumah untuk menggunakan masker kain. Kelangkaan masker bedah yang lebih dibutuhkan oleh para tenaga medis menjadi salah satu alasan pemerintah memberikan anjuran menggunakan masker kain. Selain itu, anjuran penggunaan masker kain ini akan meningkatkan produk-produk lokal sehingga bisa sedikit meningkatkan perekonomian masyarakat ditengah pendemi virus corona ini. Lalu bagaimana memilih bahan untuk membuat masker kain ? Artikel ini akan membahas mengenai pemilihan bahan untuk membuat masker kain , persentase kain yang efektif untuk digunakan sebagai masker kain, dan efektifitas penggunaan masker kain

Jika dibandingkan dengan masker bedah, masker kain memang kurang efektif, tetapi lebih baik memakai masker kain daripada tidak menutup sama sekali. Selain itu, masker kain dapat digunakan berulang kali karena bisa dicuci. Karena efektivitas masker kain dengan masker bedah berbeda, maka sebaiknya penggunaan masker kain tidak lebih dari 4 jam. Setelah masker kain digunakan selama 4 jam, sebaiknya ganti dengan masker kain yang baru. Masker yang sebelumnya bisa dicuci dan digunakan kembali setelah kering dan bersih.

Untuk mengatasi pendemi corona yang semakin menyebar belakangan ini, para peneliti telah melakukan penelitian bagaimana memilih bahan yang tepat untuk digunakan sebagai masker kain. Berikut ini cara memilih bahan untuk membuat masker kain.

Memilih Bahan untuk Membuat Masker Kain

Masker kain bergambar

Penggunaan masker kain untuk mencegah penularan virus COVID-19 tergantung pada kesesuaian dan kualitas bahan yang digunakan. Para ilmuan diseluruh dunia telah meneliti bahan-bahan yang biasa digunakan sehari-hari untuk menyaring partikel-partikel mikroskopis yang bisa digunakan sebagai makser. Dr. Scott Segal, ketua anestesiologi di Forest Baptist Health yang baru-baru ini mempelajari masker buatan sendiri.

Untuk memilih bahan yang tepat pembuatan masker, dr. Segal menyarankan dengan menguji cahaya terlebih dahulu. Dr. Scott Segel menyebutkan

“Jika cahaya melewati serat dengan sangat mudah dan Anda hampir dapat melihat seratnya, itu bukan kain yang bagus. Jika tenunan yang lebih padat dari bahan yang lebih tebal dan cahaya tidak terlalu banyak melewatinya, itulah bahan yang ingin Anda gunakan,”

Artinya untuk memilih bahan yang tepat digunakan sebagai masker kain, pilihlah bahan yang tidak menerawang. Gunakan lebih dari satu lapis kain, dua atau 3 lapis kain agar lebih efektif menyaring partikel micro. Saat ini banyak jenis masker dengan 2 lapis kain, bagian tengah nya dapat disisipi tisu beberapa lapis. Hal ini juga cukup efektif dari pada tidak menggunakan penutup wajah sama sekali.

Menggunakan masker dari bahan apapun, pastikan Anda dapat bernafas dengan nyaman. Meskipun menggunakan masker dengan kain yang efektif untuk penyaringan, tetapi jika penggunanya tidak dapat bernafas dengan nyaman selama beberapa menit, maka percuma saja. Maka utamakan kenyamanan bernafas.

Persentasi Kain yang Efektif untuk Digunakan Sebagai Masker Kain

Sebelum memilih bahan apa yang tepat untuk digunakan sebagai masker kain, ada baiknya membaca salah satu riset dari Cambridge University. Universitas ini melakukan penlitian mengenai efektifitas bahan rumah tangga sebagai bahan pembuatan kain. Dalam penelitiannya, mereka menggunakan bakteri Bacillus Atrophaeus (0,93-1,25 mikron) dan virus Bacteriophage MS (0,023 mikron) untuk mengukur presentase kemampuan setiap bahan rumah tangga yang mampu menyaring virus dan bakteri tersebut.

Mereka melakukan pengujian dengan menggunakan jenis kain berikut:

  1. Kain pada masker bedah
  2. Kain pada kantung vacum cleaner
  3. Kain lap
  4. Kain katun
  5. Kain kaos
  6. Kain sarung bantal antimicroba
  7. Kain syal
  8. Kain sarung bantal biasa
  9. Kain linen dan
  10. Sutra

Persentase hasil penelitiannya dapat dilihat dari gambar berikut

bahan untuk membuat masker kain
Hasil penelitian jenis kain yang efektif menyaring bakteri dan virus

Dari hasil penelitiannya, masker bedah memang lebih eferktif menyarin micropartike seperti bakteri dan virus dengna persentase 97%. Bahan laiinya dibawah masker bedah yang efektif adalah kain pada kantung vacum cleaner dan kain yang sering dikunakan untuk lap tangan dengan masing-masing persentase 95% dan 87%. Meskipun persentasenya cukup tinggi, jenis kain ini tidak efektif jika digunakan sebagai masker penutup mulut dan hidung karena penggunanya akan kesulitan untuk bernafas.

Dari riset ini, para peneliti menyimpulkan, bahan yang cocok digunakan untuk membuat masker kain adalah dari bahan katun, kaos dan sarung bantal. Ketiganya mampu menyaring partikel micro bakteri dan virus sekitar 50% dari dengan ukuran 0,2 mikron yang hampir sama dengan ukuran virus corona. Selain itu, bahan ini juga memudahkan penggunanya untuk bernafas, sehingga dapat digunakan dalam waktu yang cukup lama. Tetapi ingan, pilihlah kain yang tidak menerawang juga.

Kain serbet atau kain lap tangan dengan persentase 85% memiliki persentase yang cukup tinggi dalam menyaring virus dan bakteri. Kain jenis ini dapat digunakan sebai bahan lapisan pada kain katun. Kain katun memiliki terkstur lebih lembut di kulit jika dibandingkan dengan kain serbet. Sehingga kain katun dapat dipakai langsung bersentuhan dengan kulit wajah.

Efektifitas Penggunaan Masker Kain

bahan untuk membuat masker kain
Dokter memakain masker kain dengan dilapisi tisu

Dari riset diatas, penggunaan masker kain cukup efektif untuk mencegah penularan virus covid-19. Memang secara angka, masker bedah jelas lebih efektif digunakan, tetapi masker ini lebih dibutuhkan oleh tenaga medis yang langsung bernestuhan dengan pasien terjangkit. Penggunaan masker kain yang efektif sebaiknya menggunakan bahan yang tidak tembus pandang dengan 2 atau 3 lapis kain.

Buatlah masker yang nyaman dipakai dalam waktu yang lama, jangan sampai masker yang dibuat tidak nyaman sebab sulit untuk bernafas. Bukan berarti semakin tebal kain semakin efektif digunakan sebagai masker. Setebal apapun bahan maskernya, percuma saja jika menyebabkan kesulitan untuk bernafas.

Jangan lupa juga untuk mengganti masker kain setiap 4 jam sekali jika Anda melalukan aktifitas penuh diluar ruangan.Setelah lebih dari 4 jam, sebaiknya Anda menggantinya dengan masker kain lain yang bersih. Masker kain yang kotor dapat dicuci hingga bersih dan dapat dipakai kembali.

Berbeda dengan masker bedah yang dapata digunakan selama 8 jam. Tetapi masker bedah hanya dapat digunakan satu kali saja, setelah itu dibuang ke tempat sampah. Cara membuangnnya pun tidak boleh sembarangan, pastikan tangan Anda tidak menyentuh bagian luar masker dan sebaiknya dirusak terlebih dahulu agar tidak ada yang menyalah gunakan. Jika masker bedah digunakan lebih dari 8 jam, akan berbahaya bagi kesehatan.

Penutup

Sekian pembahasan mengenai tips memilih bahan untuk membuat masker kain. Semoga artikel ini bermanfaat khususnya bagi Anda yang sedang memilih bahan yang tepat untuk pembuatan masker kain. Mohon maaf apabila terdapat kesalahan baik dari isi artikel maupun kesalahan penulisan. Tetap jaga kesehatan, istirahat yang cukup dan makan makananya yang bergizi. Lebih baik memakai penutup wajah daripada tidak sama sekali dan tetap #dirumahaja untuk memutus rantai penyebaran virus covid-19

More++

Jangan lupa untuk membaca artikel Fakta lainnya yang lebih menarik dan tentunya memberikan berbagai informasi. Jangan lupa juga untuk share artikel ini melalui media social facebook, twitter, whatsapp dan media social lainnya. Lebih banyak yang tahu lebih menarik bukan 🙂

(Visited 76 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *