Menu Tutup

Cara naik MRT Jakarta – Transportasi Umum Terkini Jakarta

cara naik mrt jakarta

Cara naik MRT Jakarta – MRT Jakarta atau Mass Rapid Transit Jakarta merupakan kereta cepat yang menggunakan rel listrik. MRT Jakarta telah lama dibangun hingga puluhan tahun. Bagaimana tidak, pembangunan MRT sudah direncakan dari tahun 1985. Kemudian pada tahun 2005, proyek MRT dirubah menjadi proyek nasional oleh Presiden Republik Indonesia.

Dengan berbagai kendala yang dihadapi bangsa Indonesia, pembangunan MRT Jakarta sempat terhenti. Pembangungan dimulai kembali pada tahun 2013. Kabar baik di tahun 2019, kereta cepat yang sudah selesai dibangun pada tanggal 1 Maret dan sudah mulai di uji coba kan pada tanggal 12 Maret hingga 24 Maret 2019. Kerta MRT Jakarta akan mulai beroperasi pada tangga 31 Maret 2019.

Untuk tahap pertama yang sudah selesai, jalur MRT Jakarta telah dibangun sepanjang 16 km. Dengan pembagian 10 kilometer berada di jalur layang dan 6 kilometer berada di jalur bawah tanah. Rencana jalur yang akan dibangun MRT Jakarta sepanjang 110,8 kilometer yang akan menghubungkan berbagai daerah di Jakarta.

Pembangunan MRT diharapkan menjadi solusi masalah kemacetan di Ibu kota. Bagaimana tidak, permasalahan kemacetan di DKI Jakarta menjadi permasalah yang tak pernah usai. Kemacetan ini sangat mempenaruhi penggunaan bahan bakar yang kurang efisien. Selesainya pembangunan MRT Jakarta pada tahap pertama ini diharapkan mampu meningkatkan perekonomian menjadi lebih baik.

Cara naik MRT Jakarta berbeda dengan naik kendaraan pada umumnya. MRT Jakarta dibangun dengan standar internasional, diharapkan dapat memberikan keamanan dan kenyamanan bagi para penumpang. Cara naik MRT Jakarta dengan standar internasional menggunakan tiket elektronik (e-ticket). Tiket elektronik ini diberi nama Kartu Jelajah.

Stasiun Pemberhentian Tahap I

Fase pertama pembangunan MRT Jakarta telah selesai dan segera beroperasi pada tanggal 31 Maret 2019. Fase ini melintang sepanjang 16 kilometer dengan menghubungkan daerah Lebah Bulus di Jakarta selatan hingga Bundaran HI di Jakarta Pusat. Pada fase ini terdapat beberasa stasiun pemberhentian. Berikut ini pembagian stasiun pemberhentian pada daerah fase pertama yang telah selesai dari Lebak Bulus (Jakarta Selatan) hingga Bundaran HI (Jakarta Pusat).

Kereta MRT terdiri dari 8 gerbong kereta dengan waktu tunggu 10 menit dari setiap stasiun pemberhentian. Efisiensi dan efektifitas sangan diperhatikan pada penerapan MRT Jakarta ini. Agar menjadi solusi kemacetan dan mebantu masyarakt dalam bepergian.

Jalur yang telah siap beroperasi adalah jalur kereta pada tahap I. Wilayah yang dilewati kereta MRT Jakarta pada tahap I melewati daerah lebak bulus (Jakarta Selatan) hingga bundaran HI (Jakarta Pusat. Dari wilayang yang dileawati terdapat 13 stasiun pemberhentian, dengan pembagian 7 stasiun layang dan 6 stasiun bawah tanah.

Dari 13 stsiun pemberhentian, 7 stasiun berada di wilayah Jakarta Selatan dan 6 stasiun berada di wilayah Jakarta Pusat. Untuk stasiun yang berada di wilayah Jakarta Selata semuanya merupakan stasiun layang. Sedangkan stasiun pemberhentian MRT Jakarta di wilayah Jakarta Utara semua berada merupakan stasiun bawah tanah.

Stasiun pemberhentian MRT yang berada di wilayah Jakarta Selatan dan merupakan stasiun layang meliputi :

  1. Stasiun Lebak bulus
  2. Stasiun Fatmawati
  3. Stasiun Cipete Raya
  4. Stasiun Haji Nawi
  5. Stasiun Blok A
  6. Stasiun Blok M
  7. Stasiun Sisingamangaraja
https://www.jakartamrt.co.id/proyek-dan-perkembangan/stasiun-dan-fasilitas/stasiun-fatmawati/
Stasiun Fatmawati via jakartamrt.co.id

Stasiun pemberhentian MRT yang berada di wilayah Jakarta Pusat dan merupakan stasiun bawah tanah meliputi :

  1. Stasiun Senayan
  2. Stasiun Istora
  3. Stasiun Bendungan Hilir
  4. Stasiun Dukuh Atas
  5. Stasiun Setiabudi
  6. Stasiun Bundaran Hotel Indonesia
https://www.jakartamrt.co.id/proyek-dan-perkembangan/stasiun-dan-fasilitas/stasiun-bundaran-hotel-indonesia/
stasiun Bundaran Hotel Indonesia via jakartamrt.co.id

Seluruh stasiun dibuat semenarik dan senyaman mungkin. Dilengkapi dengan fasilitas-fasilita seperti area menunggu, toilet untuk penumpang, toilet untuk petugas, toilet untuk penyandang disabilitas hingga ruangan untuk ibu menyusui.

Cara Naik MRT Jakarta

Untuk para penyandang disabilitas disediakan juga fasilitas khusus. Pada setiap stasiun pemberhentian disedian jalur khusu untuk para penyandang disabilitas. Jalur ini berguna untum memudahkan para penyandang disabilitas.

Kenyamanan ini dibuat tidak lain agar banyak masyarakat yang tertarik dan memilik MRT jakarta sebagai alat tranportasi. Penggunaan MRT di Indonesia baru pertama kali. Maka perlu penyesuaian dari masyarakat terhadap penggunaan MRT. Kali ini akan dibahas cara naik MRT Jakarta.

Cara Naik MRT Jakarta didisain dengan mudah agar semua masyarakat dapat menggunakan kereta MRT Jakarta. Untuk membayar tiket MRT Jakarta tidak menggunakan uang secara langsung tetapi menggunakan e-ticket. Penggunakan e-ticket lebih efektif untuk menghindari antrian yang terlalu panjang.

Sebelum membahas cara naik MRT, hal pertama yang harus dipahami adalah mengenal e-tiket atau tiket elektronik. Berikut ini akan dijelaskan mengenai e-ticket

E-ticket MRT Jakarta

Tiket elektronik MRT Jakarta diberi nama Kartu Jelajah. Kartu ini mulai disediakan oleh pemerintah pada hari Minggu tanggal 24 Maret 2019 dan dapat dipakai oleh masyarakat. masyarakat dapat membeli kartu jelajah melalui vending michen dan ticket sales office.

Kartu jelajah terdiri dari dua macam, yaitu singerl tripdan multi trip. Kedua jenis kartu ini memiliki fungsi yang sama hanya saja terdapat perbedaan. Berikut ini penjelasan mengenai kartu jelajah single trip dan multi trip

Kartu Jelajah Single Trip

Pemerintah baru-baru ini telah menerbitkan kartu jelajah single trip berjumlah 490.000 untuk dipakai oleh masyarkat. Kartu ini dibandrol dengan harga Rp. 15.000,-. Kartu single trip dapat didapatkan vending michen dan ticket sales office.

Kartu single trip merupakan kartu yang menyediakan tiket per perjalana. Kartu single trip yang biasa dipakai untuk satu kali perjalanan dengan jarak yang sudah ditentukan. Misalhkan Anda akan bernagkat dari Stasiun Lebak Bulus menuju Stasiun Blok M. JIka Anda melakukan perjalan lebih jauh dari rute, anda dikenakan tarif penyesuaian harga.

Kartu single trip hanya dapat digunakan dalam periode yang sangat terbatas yaitu tujuh hari. Tetapi kartu single trip juga dapat di top up sebelum masa aktifnya habis.

https://kumparan.com/@kumparannews/mrt-kenalkan-tiket-perjalanan-bernama-kartu-jelajah-1549251383879964517
Kartu jelajah single trip via kumparan.com

Kartu Jelajah Multi Trip

Pemerintah baru-baru ini telah menerbitkan kartu jelajah multi trip berjumlah 300.000 untuk dipakai oleh masyarkat. Kartu ini dibandrol dengan harga Rp. 25.000,-. Kartu single trip dapat didapatkan vending michen dan ticket sales office.

Kartu multi trip merupakan kartu yang berfungsi seperti e-money. Penggunakan kartu ini dapat turun di stasiun manasaja asalkon saldo dalam kartu multi trip mencukupi. Kartu multi trip memiliki masa periode yang cukup panjang.

kartu multi trip | cara naik mrt jakarta
Kartu Multi Trip via facebook.com

Setelah mengetahui perbedaan kartu single trip dan multi trip diatas, Anda dapat memilih kartu mana yang lebih efektif Anda miliki. Jika digunakan untuk jangka panjang, sebaikanya Anda menggunakan kartu multi trip. Sebaliknya, jika hanya digunakan untuk jangka pendek dengan waktu kurang dari 7 hari, sebaiknya menggunakan kartu multi trip.

Cara Naik MRT Jakarta

Setelah Kartu Jelajah telah dibuat dan tidak lupa mengisi saldo, Anda dapat langsung mengguankannya. Berikut ini cara naik MRT jakarta :

  1. Langka pertama, Anda datang ke stasiun MRT terdekat
  2. Setelah datang, Anda membeli dulu kartu single trip ticket (STT) atau multi trip ticket(MTT) di vending mechine atau loket
  3. Setelah Anda memiliki tiket, Anda masuk ke area antri dengan menempelkan tiket (tap in) di gerbang penumpang
  4. Sebelum masuk kedalam MRT, Anda diharuskan untuk antri terlebih dahulu dibelakang garis aman dan didalam garis antrian
  5. Dahulukan penumpang yang hendak turun terlebih dahulu sebelum masuk kereta MRT
  6. Pilih tempat duduk yang nyaman dan diusahakan untuk menjaga ketertiban
  7. Setelah tiba di tempat tujuan, tempelkan kembali tiket (tap in) di gerbang penumpang
  8. Patuhi setiap petunjuk dan arahan dari petugas

Penutup

Begitulah cara naik MRT jakarta. Tidak terlalu sulit bukan. Semoga MRT Jakarta ini dapat mengatasi kemacetan yang menjadi masalaha besar di Ibu Kota. Jangan lupa untuk share, berbagi pengetahuan baru kepada orang lain. Lebih banyak yang tahu lebih baik bukan 🙂 Selamat mencoba.

More++

Jangan lupa baca juga artikel penulis tentang how to lainnya.

(Visited 135 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *