Menu Tutup

Kenapa “Walyathalaththof” berbeda dalam Al-Quran ?

Jika Anda telah mengkhatamkan Al-Quran atau telah membaca Al-Qur’an dari awal hingga akhir, tentu tidak akan asing dengan kalimat “walyatalaththof” dalam Surat Al-Kahf. Kebanyakan Al-Quran di Indonesia mencetak kalimat “walyatalaththof” dengan huruf tebal atau huruf tebal berwarna merah. Hal ini tentusaja bukan salah cetak, melainkan disengaja, sebab hampir kebanyakan Al-Quran di Indonesia mencetaknya demikan. Tahukah Anda, Kenapa “Walyathalaththof” berbeda dalam Al-Quran ? Artikel ini akan menjawab pertanyaan membahas hal ini.

Kalimat “walyatalaththof” berada dalam Al-Quran kitab suci Umat Islam, terletak di Juz 15 ayat ke 19. Arti kalimat “walyatalaththaf” yaitu “…..dan hendaklah dia berlaku lemah lembut…..”. Umat muslim disunnahkan membaca Surat Al-Kahf pada hari Jum’at berdasarkan hadist berikut ini:

Barangsiapa yang membaca surat Al Kahfi pada hari Jum’at, dia akan disinari cahaya di antara dua Jum’at.” (HR. An Nasa’i dan Baihaqi. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shohih sebagaimana dalam Shohihul Jami’ no. 6470)

Banyak sekali fadhilah-fadhilah membaca surat Al-Kahf di hari Jumat, bahkan hadist lain menyebutkan

Dari Abu Darda’, Rasulullah SAW bersabda: “Barang siapa menghafal sepuluh ayat pertama dari surat Al Kahfi, maka ia akan terlindungi dari (fitnah) Dajjal.” (HR. Muslim).

Surat Al-Kahf menceritakan tentang kisah Ashabul Kahfi yaitu tujuh pemuda yang tertidur didalam gua selama ratusan tahun untuk melarikan diri dan memegang teguh keimannanya dari kekejaman Raja Decyanius yang kala itu ia mengaku sebagai Tuhan. Dari tujuh pemuda Ashabul Kahfi yang terkenal kisahnya, 6 diantaranya merupakan penasihat Raja Decyanius yang memberimasukan masa pemerintahannya. Sedangkan, 1 diantara ketujuh pemuda Ashabul Kahfi merupakan petani yang membawa Anjing, dia ditemui ketika yang lainnya melarikan diri dari Raja yang kejam Decyanius. Sehingga dalam Gua tersebut tertidur 7 pemuda dan 1 anjing.

Kisah Ashabul Kahfi ini sangat menarik sekali dan dapat diambil banyak pelajaran darinya. Anda dapat mencari kisah Ashabul Kahfi lebih renci lagi, tetapi pastikan sumber yang Anda baca sudah shahih. Berikut ini alasan Kenapa “Walyathalaththof” berbeda dalam Al-Quran ?

Pertengahan Al-quran

QS. Al-Kahf ayat 19 dengan kalimat “walyatalaththaf” berbeda

Kalimat “walyatalaththof” dalam al-Quran dicetak berbeda, lebih tebal dari yang lainnya sebagai pertanda bahwa kalimat tersebut merupakan kalimat paling tengah dalam Al-Quran. Tanda tebal ini tidak ditemukan dalam sebagian Al-Quran cetakan timur tengah. Artinya kalimat “walyatalaththof” dicetak berbeda bisa jadi hanya sebagai inisiatif percetakan untuk menandakan kalimat paling tengah dalam Al-Quran. Tidak hanya di Indonesia, di negri Jiran Malaysia, Singapuran dan sebagian negara Timur Tengah lainnya, kalimat “walyatalaththaf” pun dicetak berbeda sebagai penanda pertengahan Al-Quran.

Mengenai kata paling tengah dalam Al-Quran, ada beberapa ulama yang berpendapat lainnya. Imam Ibnu ‘athiyah berkata bahwa Imam Nawawi berpendapat pertengahan Al-Quran terletak pada kalimat “Nukro” pada Surat Al-Kahfi ayat 74. Tetapi kebanyakan Al-Quran di Indonesia menebalkan kata “Walyatalaththof” yang dikenal sebagai pertengahan kalimat dalam Al-Quran.

Salahsatu dosen Fakulat Syariah dan Hukum UIN Walisongo Semarang menyebutkan, menurut tinjauan matematis, Al-Quran terdapat 340.740 huruf dalam Al-Quran, jika dibagi dua maka akan ditemua bagian tengahnya huruf “Ta” dalam kalimat “walyatalaththaf”.

Imam Ibnu ‘Asyur dalam tafsirnya juga menjelaskan, jika kalimat dalam Al-quran dihitung dari kata “Alhamdu” dalam awalan surat surat Al-Fatihah dan “Annas” dalam akhir surat An-Naas, maka huruf “Ta” pada kalimat “Walyatalaththaf” tepat berada di tengah-tengah Al-Quran.

Wallahu ‘alam.

Mengenang terbunuhnya Utsman Bin Affan (ini keliru)

Kenapa "Walyathalaththof" berbeda dalam Al-Quran ?
Kaligrafi Utsman bin Affan via wikipedia.org

Ada pendapat yang menyebutkan, kalimat “walyatalaththaf” dalam Al-Quran dicetak lebih tebal dan berwarna merah untuk mengenang terbunuhnya Utsman Bin Affan ketika membaca Al-Quran. Ketika Utsman Bin Affan terbunuh, sumber yang saya baca menyebutkan, darahnya menetes tepat pada kalimat “walyatalaththaf”. Sumber ini, saya rasa kurang shahih dan tidak dapat dijadikan dasar.

Sebagian pendapat lain menyebutkan, terbunuhnya Utsman Bin Affan oleh kaum munafikin hingga tanggannya terputus, lalu darahnya menetes pada ayat “Maka Allah akan memelihara kamu dari mereka. Dan Dialah Yang Mahamendengar lagi Maha Mengetahui. [QS.Al-Baqarah : 137].” (HR Khalifah dalam at-Tarikh 175). Sumber ini sejalan dengan ceramah Ustad Khalid Basalamah dalam channel Youtube Officialnya dengan judul Kisah Sahabat Nabi Ke-3: Meraih Surga dengan Harta bersama Utsman Bin Affan menit ke 2:33:18 detik.

Pembunuhan Khlaifah Utsman Bin Affan dilakukan oleh sekelompok kaum yang datang dari Mesir ke Madinah untuk memprotes langsung kepada khalifah berkaitan dengan kebijakannya dan pembagian pampasan antara pasukan dan pemerintahan sipil di Mesir. Khalifah Utsman mencoba berlaku adil dengan mendengarkan perselisihan itu dari dua sisi, dan berjanji mengambil langkah-langkah penyelesaian masalah secara adil.

Atas keputusan Khalifah Utsman ini, masalah cukup mereda. Sekelompok orang yang mengajukan demonstrasi kembali ke Mesir. Dalam perjalan pulang, mereka mendengan kabar setibanya di Mesir, mereka akan dihukum mati. Kabar yang sebenarnya simpangsiur inilah yang menyebabkan suasa kembali memanas. Mereka kembali lagi ke Madinah untuk menemui Khalifah Utsman. Para pemberontak itu memaksa masuk ke rumah Utsman Bin Affan dan pada akhirnya terjadilah pembunuhan Khalifah Utsman.

Allah SWT menutup hidupnya Utsman Bin Affan dengan hal-hal yang mulia, diantaranya:

  1. Allah muliakan beliau dengan Masuk Islam
  2. Menikah dengan kedua anak Nabi SAW
  3. Berinfak dijalan Allah dengan harta yang banyak sekali hingga mendapat jaminan Surga
  4. Menjadi orang kayanya sahabat dan mulia hidup didunia hingga menjadi pemimpin dunia.
  5. Mengekspansi islam keseluruh wilayah-wilayah hingga banyak orang-orang yang masuk islam dan Utsman yang panen pahala atas keislaman mereka
  6. Allah menutup hidupnya Utsman dengan mati syahid

Penutup

Sekian artikel mengenai Kenapa “Walyathalaththof” berbeda dalam Al-Quran ?. Semoga pembahasan dalam artikel ini bisa menjawab pertanyaan Anda. Inti dari pembahasan artikel ini, kalimat “walyatalaththaf” dicetak berbeda, lebih tebal dan sebagian ada yang berwarna merah untuk menandakan tepat pertengahan Al-Quran. Cetakan Al-Quran dengan font “walyatalaththaf” yang berbeda tersebar di seluruh Indonesa, Malaysia, Singapura dan beberapa negara Timur Tengah. Sebagian negara lain di Timur Tengan mencetak Al-Quran kalimat “walyatalaththaf” sama saja dengan yang lainnya.

Pendapat lain yang menjelaskan, “walyatalaththaf” dicetak lebih tebal dan berwarna merah untuk mengenang terbunuhnya Khalifah Utsman Bin Affan karena darahnya jatuh tepat dikalimat “walyatalaththaf” ternyata kurang valid. Banyak keterangan lain yang menjelaskan, darah Utsman yang menetes tepat pada ayat 137 Surat Al-Baqarah yang artinya

“Maka Allah akan memelihara kamu dari mereka. Dan Dialah Yang Mahamendengar lagi Maha Mengetahui. [QS.Al-Baqarah : 137].”

Al-Quran sebagai kalamullah, ketika membaca maupun mendengarkannya menjadi ibadah dan mendapatkan pahala. Setiap ayat dalam Al-Quran dari dulu semenjak diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW hingga sekarang tidak ada yang berubah sedikitpun dan dijaga keasliannya sepanjang masa. Al-Quran terdari 30 Juz dan 114 surat. Al-Quran diturunkan secara bertahap kepada Nabi Muhammad SAW ketika berada di Kota Mekah dan Madinah.

Sekian pembahasan dari saya. Semoga artikel ini bermanfaat. Mohon maaf apabila terdapat kesalahan dari segi isi maupun penulisan artikel.

More++

Jangan lupa untuk membaca artikel Fakta lainnya yang lebih menarik dan tentunya memberikan berbagai informasi. Jangan lupa juga untuk share artikel ini melalui media social twitter, instagram, whatsapp, facebook dan yang lainnya. Lebih banyak yang tahu, lebih baik bukan 🙂

(Visited 19 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *