Menu Tutup

Membersihkan Telinga di RS Ciranjang | Toilet Telinga

korek kuping | membersihkan telinga di rs ciranjang

Membersihkan Telinga di RS Ciranjang – Pada suatu hari minggu, penulis ingin ear candle yang baru dibeli sebelumnya. Di siang hari sehampir dzuhur, penulis meminta bantuan istri untuk menggunakan ear candle. Hasilnya memang cukup enak karena penulis menggunakan yang aroma terapi sehingga jadi rileks-rileks gitu. Setelahnya, penulis melihat hasilnya memang banyak kotoran-kotoran di sisa pembakaran ear candlenya.

Namun istri penulis masih penasaran dengan hasilnya. Apakah kotorannya masih terambil semua? Rasa penasaran itulah yang mendorong istri penulis untuk melihat langsung ke telinga penulis. Akhirnya dengan bantuan lampu senter dari handphone, istri penulis dapat melihat kotoran di dalam telinga penulis.

“Bep, banyak banget. Item lagi” katanya.

Mengorek Telinga

Lalu dia menyarankan untuk mengorek kuping penulis dengan cotton bud yang memang sudah sempat dibeli beberapa hari sebelumnya. Tanpa pikir panjang penulis iya kan sarannya.

Dalam beberapa menit saja dia mampu mengeluarkan banyak sekali kotoran telinga yang kuning maupun hitam. Maklum, dia sudah sering mengorek telinga keluarga-keluarganya sebelumnya.

Tapi, rasanya jadi seperti ada yang menghalangi di telinga kiri penulis. Rasanya seperti menggunakan headset, dan headsetnya begitu masuk ke dalam. Pendengaran penulis pun menjadi terganggu. Budek is real!

Istri penulis mencoba melihat dengan seksama. Ternyata memang masih ada kotoran telinga yang di dalam yang susah untuk dikorek. Dia sempat panik karena apa yang dia lakukan menggunakan cotton buds justru mendorong kotoran telinga masuk lebih dalam.

Sempat membeli alat vakum untuk telinga di online shop dan dikirim dengan ojol same-day. Datanglah pada pukul 16.00 WIB. Tapi, hasilnya adalah nihil. Mungkin memang barang KW.

Penyesalan cukup besar sangat terasa. Karena telah membeli barang yang yang cukup untuk makan 2-3 hari dengan ongkos yang setara 2 kali dari kurir ekspedisi. Tapi mungkin memang takdirnya. Sempat terpikir juga apa penulis kurang sedekah ya? Karena memang bulan itu penulis belum menganggarkan dari gaji untuk sedekah. Jadi Tuhan mengambilnya dengan cara begitu. hehhehe. Tapi sudahlah.

Mengeluarkan Kotoran Telinga dengan Bahan Kimia

Gambar Bahan Kimia via freepik.com

Setelah tidak berhasil menggunakan vakwax(alat sedot tadi), penulis mencari-cari cara untuk mengeluarkan kotoran telinga di internet. Alhasil ditemukanlah artikel tentang mengeluarkan kotoran telinga.

Cara Pertama: Menggunakan Peroksida

Yang pertama adalah dengan memasukkan peroksida ke dalam telinga dan kotoran telinga akan mencair. Cara ini dirasa sangat efektif untuk mengeluarkan kotoran telinga. Namun, cara ini tidak bisa dilakukan sendiri. Karena peroksida tidak dijual secara umum, dan juga harus dibawah pengawasan dokter karena peroksida bisa merusak gendang telinga jika tidak digunakan secara tepat.

Maka dari itu penulis mengurungkan niat untuk menggunakan cara pertama. Dan berlanjut pada cara kedua. Yaitu menggunakan mineral oil.

Cara Kedua: Menggunakan Larutan Garam

Cara kedua ini sempat penulis akan lakukan. Tetapi dulu penulis pernah lakukan dan rasanya perih sekali karena memang kulit penulis sensitif. Sehingga penulis mengurungkan niat penulis menggunakan cara kedua.

Cara Ketiga: Menggunakan Mineral Oil atau Baby Oil

Cara ketiga ini penulis rasa sangat aman karena menggunakan baby oil yang aman bagi kulit sensitif. Maka penulis menyuruh istri penulis untuk membeli baby oil di apotek terdekat.

Setelah baby oil diperoleh, dicobalah meneteskan baby oil dengan cara membasahi kapas dengan baby oil kemudian di atas telinga peras lah kapas tadi sehingga baby oil meetes kedalam lubang telinga.

Dan hasilnya, Boom. Semakin parah, karena baby oilnya menyatu dengan kotoran telinga dan menutupi semua rongga lubang telinga. Sehingga telinga sebelah kiri penulis hanya mampu mendengar sekitar 10% dari normalnya.

Setelah menunggu sampai 10 menit, tidak ada perubahan yang terjadi. Istri penulis menangis karena melihat penulis kesulitan untuk mendengar + keseimbangan badan terganggu serta merasa bersalah atas apa dia lakukan sebelumnya.

Berobat ke Rumah Sakit THT Ciranjang

Penulis pun pasrah atas apa yang terjadi. Lalu mencari dokter THT terdekat di google maps. Dan tidak menemukan yang buka pada hari minggu. Kemudian penulis perluas pencarian dan menemukan rumah sakit THT Ciranjang. Sekitar 30 Menit menggunakan mobil dari tempat kos penulis.

Sempat terpikir apa harus ya membersihkan telinga di RS Ciranjang. Karena tempatnya jauh, lebih dekat RSUP Fatmawati. Tapi supaya bisa sembuh segera maka penulis meluruskan niat lagi untuk membersihkan telinga di RS Ciranjang.

Sebelum berangkat, penulis mencari dahulu testimoni orang-orang tentang rumah sakit itu. Dan hasilnya komentar mereka bagus-bagus dan puas atas pelayanan rumah sakit tersebut. Tapiii, biaya yang penulis baca sebesar Rp 655.000 beserta rinciannya. Whaaat!!?? padahal di kampung penulis dulu biaya pembersihan telinga hanya 150 ribu, itupun oleh dokter spesialis.

Kemudian penulis menolak untuk pergi ke sana, mending besoknya saja hari senin penulis pergi ke puskesmas. Walaupun harus izin atau cuti dari kantor, penulis rasa itu lebih baik daripada membayar semahal itu.

Tetapi melihat istri penulis yang terus meminta untuk pergi ke dokter dengan berkaca-kaca membuat penulis bersedih. Ditambah lagi rasanya dia belum tersenyum lagi dari siang tadi.

Dibenak penulis kala itu berbenturan dua pemikiran. Pemikiran untuk berobat sekarang dengan harga selangit, dengan pemikiran untuk berobat nanti dengah harga merakyat namun bolos kerja. Tapi agar sang istri juga tidak terus menerus kepikiran hal ini, akhirnya penulis menyetujui untuk berobat waktu itu juga.

Waktu itu hampir magrib, penulis mandi, kemudian bersiap-siap. Penulis suruh istri untuk berdandan agar nanti bisa langsung berangkat setelah shalat magrib.

Berangkat via Taksi Online

https://jamberita.com/read/2018/05/19/1637/penumpang-sepi-ini-curhatan-salah-satu-pengemudi-go-car-di-kota-jambi
Gambar Taksi Online via jamberita.com

Disaat akan berangkat, penulis baru ingat kalau uang di dompet tipis terlebih lagi posisi jauh dari ATM BCA.

“Beb, gak ada uang” ucap penulis.

“Yaudah pakai tabungan aku aja” jawabnya.

Setelah itu kami berangkat ke ATM BRI terdekat. Sesampainya disana, kami mengambil uang 1 juta. Takutnya biaya sebesar tadi kemudian harus menebus obat yang belum tahu berapa harganya. Akan sangat disayangkan jika 1 juta tersebut habis di malam itu pikir penulis.

Setelah itu, kami order taksi online. Di saat menunggu taksi online penulis mencoba untuk chat Ibu sambil menanyakan dulu membersihkan telinga ke dokter menghabiskan biaya berapa tepatnya. Benar saja biaya disana adalah Rp150.000,-. Hmmmmmmmmm… Tapi beberapa waktu lalu adik berobat itu juga harganya Rp 265.000,- di Bandung tambahnya. Tuh kan di Bandung juga yang sama-sama kota besar harganya 265 ribu pikirku.

Jemputan tiba, dan kami masuk. Di perjalanan kami tidak banyak memikirkan persoalan biaya lagi. Tapi rasa pegal di telinga mulai terasa. Sakit kepala pun mengikuti yang ditambahkan rasa mabuk kendaraan. Selama di jalan penulis hanya terdiam lemas seperti es yang tidak lama lagi mencair. Pak supir mengajak ngobrol pun tak ku tanggapi karena lemas dan tak jelas apa yang ku dengar.

Membersihkan Telinga di RS Ciranjang

Membersihkan telinga di rs ciranjang
Foto Rumah Sakit THT Ciranjang via rsciranjang.com

Setibanya disana, kami turun dan tidak melihat apapun yang berbentuk rumah sakit. Yang kami lihat hanya rumah dengan jendela depan yang besar seperti toko kue. Juru parkir memberikan petunjuk untuk masuk kedalam dan menemui resepsionis.

Ada dua orang wanita yang mengisi resepsionis disana. Kami datang mereka seperti kebingungan. Kami juga jadi kebingungan.

“Mau daftar mbak” Ucap penulis.

“Tapi mas adanya dokter jaga” balasnya.

“gapapa mbak” Jawab penulis sembari di dalam hati “bagus, jadi gak mahal”.

“Sudah pernah berobat kesini sebelumnya?” Tanyanya.

“Belum” jawab penulis.

Kemudian resepsionsi tadi memberikan form isian. Lalu diisikanlah oleh istri penulis. Kemudian kami menunggu dan tak lama berselang dari itu penulis di panggil ke ruangan dokter.

Di ruangan dokter berdiri dan menjabat tangan penulis sembari berucap

“Saya dokter Rafhmbrejt.” Ucapnya. Tak jelas apa yang penulis dengar.

Penulis duduk dan ditanyakan apa keluhannya. Maka penulis jelaskan kejadian dari awal. Kemudian dokter menyuruh duduk di kursi periksa, lalu mengeluarkan kamera untuk telinga. Terlihatlah “Black Giant Wax” dari layar LCD.

Setelah terlihat penyebabnya, sang dokter menggunakan alat untuk menyedot kotoran telinga dan dalam hitungan detik seeeezzzeeeebbbtt. Meskipun terdapat rasa geli-geli kotoran di telinga telah diberantas sampai tuntas.

Biaya yang penulis keluarkan untuk tindakan tersebut adalah sebesar Rp 260.000,-. 210 ribu untuk konsultasi dokter, dan 50 ribu untuk administrasi. Tidak ada biaya obat karena tidak memerlukan obat.

membersihkan telinga di rs ciranjang
Foto Bukti Pembayaran RS Ciranjang

Syukurlah biaya tidak sebesar yang penulis duga. Penulis duga membersihkan telinga di RS Ciranjang akan mahal. Karena RS ini merupakan RS THT (RS khusus maksudnya).

Penutup

Demikianlah pengalaman penulis mengenai pengalaman membersihkan telinga di rs ciranjang. Semoga memberikan manfaat dan terima kasih telah membaca sampai akhir.

More++

Selain pengalaman penulis tentang membersihkan telinga di rs ciranjang. Baca juga pengalaman penulis lainnya.

(Visited 185 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *