Menu Tutup

Pengalaman berlibur ke Pulau Pari Kepulauan Seribu

Pengalaman berlibur ke pulau pari

Pulau Pari- Keindahan bumi pertiwi Indonesia memang tidak ada duanya. Indonesia dengan negara kepulauannya banyak menyuguhkan pantai-pantai yang sangat indah dan menawan. Salah satu pantai yang sangat indah adalah beberapa pantai yang ada di Pulau Pari teletak di Kelupauan Seribu DKI Jakarta. Pulau Pari merupakan salah satu pulau yang ada di wilayah Kepulauan Seribu, terdapat beberpa pantai di Pulai Pari yang dapat dinikmati keindahan alamnya. Artikel pengalaman berlibur ke Pulau Pari Kepulauan Seribu ini akan menjelaskan pengalaman penulis mengunjungi Pulau Pari selama 2 hari satu malam dengan biaya travel Rp.315.000,-

Pulau Pari terletak bagian utara DKI Jakarta. Penulis berangkat dari pelabuhan Muara Angke Jakarta Utara pukul 07.47 WIB menggunakan perahu motor dengan kapasitas yang cukup besar. Lama perjalanan yang ditempuh dari Pelabuhan Muara Angke ke Pulau Pari kurang lebih 2 jam mengingat jarak Pulau Pari cukup jauh. Selama perjalanan penuliis disuguhi pemandangan laut biru dan melewati beberapa Pulau yang jaraknya lebih dekat dari Pulau Pari. Perahu yang digunakan sebagai transportasi menuju Pulau Pari memiliki kapasitas yang cukup besar, maka tidak heran jika memilih duduk dibawah (didalam perahu) suasananya cukup pengap dan gerah. Kebayang kan dengan waktu tempuh 2 jam terombang ambing di laut dengan keadaan demikian. Maka sebaiknya sebelum berangkat mempersiapkan dulu perlengkapan-perlengkapan agar perjalanan Anda lebih menyenangkan seperti obat anti mabuk jika sering mengalami mabuk laut.

Pengalaman berlibur ke pulau pari
Perahu menuju Pulau Pari

Pukul 10.00 tiba di penginapan yang jaraknya tidak terlalu jauh dari pelabuhan. Oiya, biaya Rp.315.000,- ini meliputi :

  • ongkos perahu pulang pergi dari pelabuhan Muara Angke-Pulau Pari,
  • home stay 1 malam yang terdapat 2 kamar tidur, 2 WC, ada AC, dispenser dan disediakan sepeda untuk mengunjungi pantai-pantai di Pulau Pari
  • biaya sewa peralatan snorkeling
  • tiket masuk pantai
  • makan 3 kali

Setibanya di Pulau Pari banyak sekali pedagan yang berjualan cilor (cilok telor). Pedagan cilor ini tersebar di berbagai tempat di sekitar pelabuhan di pulau pari.

Pengalaman berlibur ke Pulau Pari
Pelabuhan Pulau Pari

Snorkeling

Pengalaman berlibur ke Pulau Pari
Snorkeling

Selang wakti sekitar 3 jam setelah tiba di Pulau Pari untuk beristirahat, melaksanakan solat dzuhur dan makan. Agenda selanjutnya yaitu snorkeling di sekirau Pulau Pari. membutuhkan waktu sekitar 10 menit menggunakan perahu dari Pulau Pari menuju tempat snorkeling. Kedalam laut yang digunakan untuk snorkeling kurang lebih sekitar 2 meter. Untuk melakukan snorkeling sebaiknya menggunakan alas kaki seperti sandal yang kuat menempel di kaki ataupun bisa menggunakan kaus kaki. Pasalnya terumbu karang disana cukup tajam dan bisa melukai kaki Anda.

Pemandangan bawah laut

Setelah menjatuhkan badan kelaut, Anda pasti enggan untuk naik lagi kedaratan. Meskipun karang disana kurang ramah, tetapi terumbu karang diasana cukup inda untuk dipandang. Terlebih banyak ikan-ikan yang ikut benerang yang tidak takut kepada manusia. Ikan-ikan yang berwarna warni, berkumpul seperti hendak bermigrasi, terumbu karang dengan bentuknya yang unik menjadikan senorkeling ini begitu menyenangkan. Tidak terasa kami sudah melakukan snorkeling selama 2 jam, tiba saatnya untuk pulang.

Pantai Perawan

Selang waktu sekitar 45 menit untuk beristirahat, melaksanakan salat asar dan makan beberapa cemilan di home stay, agenda selanjutnya mengunjungi Pantai Perawan. Pantai Perawan berada di Pulau Pari, untuk menuju pantai perawan dapat menggunakan sepeda yang telah disediakan di home stay. Jarak yang ditempuh lumayan jauh, membuat kaki terasa pegal sebab tidak terbiasa bersepeda. Perjalanan menuju Pantai Perawan melewati padang rumput yang sangat indah, dengan jalan setapak yang digunakan untuk lalu lalng sepeda, rumput-rumput yang sudah mulai menguning dan tidak terlalu tinggi melengkapi perjalnan menuju Pantai Perawan. Kamipun tidak lupa untuk mengabadikannya.

Pengalaman berlibur ke Pulau Pari
Menuju Pantai Perawan

Setibanya di Pantai Perawan, disuguhi pemandangan pantai yang teramat indah. Pasih putih terhampar, air seolah bening dengan beriak ombak yang tenang serta angin sepoy-sepoy mengibak dedaunan pohon-pohon disekitar pantai. Subhanallah… Kami mengunjungi pantai Perawan di dua tempat. Wilayah pantai perwan yang pertama kali dikunjungi tidak banyak wisatawan yang datang kesana sehingga pantai tidak ramai.

Pantai Perawan bagian pertama

Perjalanan dilanjutkan untuk melihat sunset di Pantai Perwan yang biasa dikunjungi oleh banyak orang. Hamparan pasir putih, pohon bakau dan air beriak dengan ombak tenang menjadi pemandangan yang tak terlupakan di pantai ini. Disebrang pantai terdapat pulau kecil yang bisa ditempuh dengan menyebrang langsung, bejalan kaki melewati pantai dengan ketinggian air sekitar 50-70 cm. Ini menyenangkan sekali, beningnya air yang dilewati dengan hamparan pasir putih yang dipijak, dan pemandangan yang begitu inda memberikan kesan tersendiri.

Pengalaman berlibur ke pulau pari
Pantai Perawan yang biasa dikunjungi
Sunset di Pantai Perawan

Barbeque di Sisi Pantai

Setelah disuguhi pemandangan yang indah lengkap dengan sunset di Pantai Perawan, hari sudah mulai gelap, matahari telah tenggelam dengan sangat indak di Pulau Pari ini. Saatnya pulang ke home stay untuk bersih-bersih, ganti pakaian, solat dan juga memanjakan isi perut yang mulau meronta-ronta. Sekitar pukul 19.00 kami disuguhi makan kedua di home stay, makanan pertama diberikan siang tadi sekitar pukup 13.00. Selepas makan, kami bercengkrama bersama bersenda gurau menikmati liburan singkat di Pulau Pari melepas beban pekerjaan.

Pukul 21.00 guide mengajak kembali pergi ke Pantai Perawan untuk melaksanakan BBQ. Jika BBQ biasnya identik dengan membakar daging, di Pantai BBQ dengan membakar ikan, ikan laut hasil penangkapan nelayan sekitar. Pantai Perawan di malah hari sangat gelap gulita, tetapi ramai sebab banyak juga orang-orang yang tengah BBQ. Disuguhi live music, dan para anak-anak yang bermain bola disisi pantai menambah keramaian malam di Pantai Pewaran Pulau Pari. Dua ekor ikan bakar besar beserta beberapa tusuk sate cumi dengan saus kecap bawang khas ikan bakar pada umumnya memanjakan perut kami setelah lelah beraktivitas disiang hari. Maka nikmat tuhanmu yang mana lagi yang kau dustakan.

Sunrise di Bukit Matahari

Hari kedua Pulau Pari, pukul 04.30 kami bangun dari tidur yang lelap, tidur malam ini lengkap dengan cerita keunikan tidur masing-masing sehingga mewarnai pagi hari kami. Pukul 05.00 kami bergegas pergi ke bukit matahai untuk menyaksikan sunrise. Banyak tempat-tempat yang menarik untuk menyaksikan sunrise. Selain menyaksikan sunrise di Bukit Matahari, sunrise juga tak kalah indah jika disaksikan di Pantai Perawan.

Bukit matahari terletak tidak jauh dari dermaga tempat perahu berlabuh. Bukit yang lebih menjorok ke laut dibanding daratan lainnya disertai dengan deburan ombak yang menghantam benda pemecah ombak mewarnai pagi yang indah di Pulau Pari. Memang udara disini tidak bergitu asri, mengingat jarak Pulau Pari tidak terlalu jauh dengan kota DKI Jakarta dengan kualitas udara terburuk di Indonesia. Akibatnya, matahari yang hendak muncul menampakkan dirinya pun tidak begitu jelas terlihat, tampak matahari tertutupi polusi tebal di ujung lautan. Ini menjadi PR pemerintah juga PR anak cucuk kita untuk memperbaiki, merawat dan lingkungan dimasa depan.

Sunrise

Terlepas dari polusi udara yang menyebabkan matahari tidak jelas terlihat, suara deburan ombak serta riak-riak yang air terkena angin memberikan ketenangan khas pantai.

Pantai Bintang

Pukul 07.00 kami diberikan makan yang ke tiga, makan terakhir di Pulau Pari. Setelah energi terisi penuh, kami bersiap untuk mengunjungi tempat wisata terakahri di Pulau Pari yaitu Pantai Bintang. Sesuai dengan namanya, di Pantai Bintang selain disuguhi panorama yang indah, disuguhi juga Bitang Laut endemik khas Pulau Pari yang lucu dan menggemaskan. Bintang Laut di Pantai Bitang berwarna putih bintik-bintik hitam kecil dengan tangan-tangan kecil agak panjang. Beruntungnya kami mengunjungi Pantai Bintang di pagi hari, matahari masih berada di bawah sehingga tidak terkena terik metahari.

Pantai Bintang

Selain menikmati keindahan bintang laut, di pesisir pantai juga terdapat hamock serta beberapa ayunan yang bisa dinikmati di sisi pantai. Lengkap sudah keindahan kali ini, angin pagi hari di Pantai Bintang, pemandangan yang eksotis serta bintang laut yang dapat dipegang secara langsung. Setelah dirasa puas bermain di Pantai Bintang, kami bergegas untuk pulang ke home stay, mandi dan membereskan barang-barang. Ya, Pantai Bintang adalah tempat yang terakhir dikunjungi. Sekitar pukul 10.00, perahu yang membawa kami kemarin tiba untuk membawa kami kembali ke Pelabuhan Muara Angke DKI Jakarta.

Penutup

Sekian pengalaman berlibur ke Pulau Pari Kepulauan Seribu yang dilaksanakan pada akhir bulan Agustus 2019. Pengalaman berlibur ke Pulau Pari Kepulauan seribu ini begitu menyenangkan dan sangat berkesan. Pemandangan yang dindah memanjakan mata dan hati sehingga terlepas dari beban pekerjaan yang menghantui setiap harinya. Dengan melihat keindahan alam ini, penulis menyadari betapa kecilnya manusia dihadapan Allah yang telah mengatuh seluruh alam ini. Semoga tulisan Pengalaman berlibur ke Pulau Pari Kepulauan seribu ini bermanfaat. Mohon maaf apabila terdapat kesalahan penulisan ataupun isi yang kurang berkenan.

More++

Jangan lupa untuk membaca artikel Pengalaman lainnya yang lebih menarik serta menyuguhkan berbagai pengalaman yang dapat menjadi referensi Anda. Jangan lupa juga untuk share artikel ini melalui media social Anda.

(Visited 76 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *