Menu Tutup

Pengalaman HSG (Histerosalpingografi) oleh dokter wanita

Pengalaman HSG (Histerosalpingografi)

Kali ini saya akan berbagi Pengalaman pribadi yang baru-baru ini terjadi. Pengalaman ini saya tuliskan dengan harapan dapat memberikan beberapa informasi berdasarkan apa yang saya alami. Artikel ini saya tulis juga sebagai kenangan, karena telah melewati tahap yang tidak biasa bagi kebanyakan perempuan. Melalui artikel Pengalaman HSG (Histerosalpingografi) oleh dokter perempuan ini saya akan sedikit berbagi pengalaman mengenai awal mula kenapa diharuskan tes HSG serta ketika tes HSG itu sendiri.

Sedikit tentang HSG (Histerosalpingografi)

Untuk mengetahui penjelasan lebih banyak tentang HSG, Anda bisa mencarinya langsung di tab selanjutnya. Kali ini saya akan menjelaskan secara garis besarnya saja. Tujuan dilaksanakannya tes Histerosalpingografi (HSG) ini untuk melihat adanya sumbatan atau tidak pada tubafalopi hingga uterus (rahim). Ada pula tujuan medis lain yang direkomendasikan untuk melaksanakan tes HSG.

Tes ini dilakukan dengan memasukkan cairan kontras melalui vagina untuk selanjutnya dilihat menggunakan sinar Rontgen apakah ada sumbatan atau tidak. Melalui hasil Rontgen ini, masalah-masalah yang terjadi pada tubafalopi hingga uterus dapat terlihat.

Kenapa harus HSG

Untuk menjawab kenapa harus HSG, saya akan menceritakan pengalaman yang telah saya jalani. Tes ini tidak bisa di laksanakan secara suka-suka seperti USG (Ultrasonografi). Untuk melaksanakan HSG, Anda perlu surat rujukan dari dokter spesialis kandungan.

Awal mula, saya pergi ke dokter kandungan untuk konsultasi seputar program kehamilan bersama suami. Ketika itu, saya di tanya siklus mensturasi, adanya keluhan atau tidak ketika mensturasi, serta di lakukan juga USG untuk melihat uterus (rahim). Karena tidak ada keluhan apapun, saya di anjurkan untuk tes HSG sebagai tes lanjutan. Saya direkomendasikan untuk melakukan HSG di dokter S yang berada di Ciamis.

Mencari dokter perempuan

Pelaksanaan Histerosalpingografi ini sangat erat keitannya dengan siklus mesturasi. Tes ini di laksanakan pada hari ke 5 hingga hari ke 10 setelah mensturasi berakhir. Ketika siklus mensturasi saya tiba, tepat di hari pertama mensturasi saya pergi ke klinik dokter S untuk konsultasi seputar pelaksanaan HSG.

Saya ingin berterimakasih kepada Ibu Sita, sebagai petugas kesehatan ketika saya mengunjungi tempat praktek dokter S. Saya banyak bertanya kepada beliau seputar HSG, dari mulai dampak yang akan di rasakan, kemungkinan yang akan terjadi, seputar biaya, teknis pelaksanaan tes itu sendiri dan banyak hal lagi. Di samping itu, beliau juga memberikan motivasi kepada saya hingga saya berani untuk melaksanakan tes HSG. Beliau berkata, perjuangan sakitnya HSG tidak sebanding dengan sakitnya melahirkan anak kelak, dengan kata lain ketika berencana ingin memiliki buah hati, maka harus siap menghadapi “rasa sakit” sebagai ibu yang akan melahirkan kelak.

Sedikit kendala

Ada satu hal yang memberatkan kala itu, pelaksanaan tes HSG hanya bisa di laksanakan oleh dokter laki-laki yaitu dokter S. Karena harus memperlihatkan alat vital, hal ini cukup memberatkan bagi saya dan suami. Saya pun bertanya kepada Bu Sita adakah dokter perempuan yang bisa melaksanakan tes ini. Beliau menjawab, dari Tasikmalaya, Ciamis, Banjar, hingga ke Pangandaran, hanya dr. S yang bisa melaksanakan tes ini.

Bu Sita memberikan saran jika ingin melaksanakan Histerosalpingoprafi oleh dokter perempuan, ia merekomendasikan ke dokter Radiologi yang ada di Garut atau di Bandung. Beliau juga memberikan No whatsapp yang bisa saya hubungi terkait pelaksanaan HSG. Pengalaman HSG (Histerosalpingografi) ini cukup berarti untuk saya.

Pengalaman HSG

Pengalaman HSG (Histerosalpingografi)
Berkas hasil HSG

Setelah melalui pertimbangan panjang, kami memutuskan untuk melaksanakan tes HSG di Garut dan Alhamdulillah Allah mudahan jalan kami untuk berikhtiar. Saya mendapatkan No Whatsapp Bu Rini sebagai petugas kesehatan bagian Radiologi untuk HSG di RSUD Dokter Slamet Garut. Saya bertanya kepada beliau tentang hal apa saja yang harus di persiapkan serta waktu pelaksanaan tes HSG yang tepat.

Tangga 26 April 2021 saya melaksanakan HSG yang di sesuaikan dengan siklus mensturasi. Setelah melaksanakan solat subuh, Saya dan suami berangkat dari Ciamis ke Garut karena pendaftaran pendaftaran di Rumah Sakit di buka sejak pukul 09.00. Ketika mendaftar, saya di minta surat rujukan yang di berikan oleh dokter spesialis kandungan.

Ruang tindakan

Saya mendapatkan nomor antrian pertama untuk pelaksanaan tes HSG. Sekitar pukul 10.00 saya masuk ke ruang tindakan. Tes ini menggunakan kateter sama alat yang dari besi gitu, saya kurang tahu namanya. Saya mendapatkan 3 kali tindakan. Pertama menggunakan kateter. Karena panik, cairan kontras nya terus terdorong keluar jadi tidak masuk sampai uterus, artinya tes pertama ini gagal. Kedua menggunakan alat yang dari besi itu, posisi badan sudah di miringkan, hasilnya sama juga. Yang ketiga menggunakan kateter lagi, saya di suruh untuk mengatur nafas agar lebih rileks, dan Alhamdulillah tes yang ke tiga ini berhasil, cairan kontras nya bisa masuk sampai uterus.

Pengalaman HSG (Histerosalpingografi)
Peralatan HSG menggunakan kateter
Pengalaman HSG (Histerosalpingografi)
Peralatan HSG dari Besi

Setelah tes selesai, saya di silahkan untuk duduk dulu di ruang tunggu selama 30 menit sebelum beraktifitas yang lainnya. Saya pun bertanya kenapa harus tunggu dulu. Dan ternyata salah satu efek samping setelah pelaksanaan HSG ada mual hingga pusing beberapa saat. Setelah 30 menit, mual dan pusingnya hilang.

Ketika cairan kontranya masuk ke uterus, kemudian di Rontgen rasanya mules seperti saat mensturasi. Tetapi menurut saya, lebih mules HSG di banding mensturasi. Mules ini sebagai akibat dari adanya cairan yang masuk ke uterus.

Karena tidak ada masalah yang cukup serius ketika tes, rasa sakitnya bisa saya tahan dan keadaan saya baik-baik saja, saya tidak di berikan obat. Tetapi jika mengalami sakit atau keluhan lainnya, saya direkomendasikan untuk membeli obat yang telah di resepkan untuk meredakan rasa sakit.

Beberapa hal yang perlu di persiapkan ketika HSG

Hal apa saja yang perlu dip ersiapkan sebelum melaksanakan tes HSG

  1. Ketika tes HSG sebaiknya menggunakan baju atasan dan bawahan, jangan menggunakan baju terusan.
  2. Menghitung siklus mensturasi
  3. Membawa sarung
  4. Membawa tisu
  5. Persiapkan mental yang kuat agar ketika pelaksana tes tetap tenang.

Untuk rincian biaya tes ini jika di RSUD Garut Rp. 750.000,-. Jika di tempat praktet dokter S yang di Ciamis Rp.1000.000,-. Selisih ini mungkin karena perbedaan tempat. Sebagai catatan, kenapa saya jauh-jauh pergi ke Garut, menurut informasi yang saya dapatkan banyak dokter spesialis radiologi, tetapi hanya beberapa dokter yang sanggup melaksanakan HSG. Dan kebetulan dokter spesialis perempuan yang bisa melaksanakan HSG ada di RSUD Garut.

Penutup

Sekian artikel mengenai Pengalaman HSG (Histerosalpingografi) oleh dokter wanita. Semoga artikel ini bermanfaat dan memberikan informasi terkait pelaksanaan tes HSG yang telah saya jalani. Terimakasih kepada pihak-pihak yang telah membantu saya. Mohon maaf apabila terdapat kesalahan baik dari segi isi maupun penulisan artikel. Pengalaman HSG (Histerosalpingografi) sangat berarti bagi saya, sehingga cukup di sayangkan apabila tidak menuliskannya di sini.

More++

Jangan lupa untuk membaca artikel Pengalaman lainnya yang lebih menarik dan tentunya memberikan berbagai informasi. Jangan lupa juga untuk membagikan artikel ini melalui media social facebook, twitter, instagram dan lainnya. Lebih banyak yang tahu, lebih menarik bukan. 🙂

Baca juga: