Menu Tutup

Pengalaman Kehilangan Dompet Sampe Ketemu Lagi

Kali ini saya akan membagi pengalaman kehilangan dompet sampe ketemu lagi, tentunya semua ini tidak terlepas dari kuasa Allah SWT. Peristiwa ini terjadi bulan Juni tahun 2020 sewaktu pulang kerja. Kehilangan dompet ini terjadi di wilayah Jakarta Selatan dan dompet suami saya ditemukan di Depok setelah satu minggu hilang. Lho gimana ceritanya bisa ketemu lagi dari Jakarta jauh-jauh ke Depok ?

Pengalaman Kehilangan Dompet Sampe Ketemu Lagi ini merupakan pengalaman pertama dalam hidup saya. Semoga melalui artikel ini, teman-teman dapat mengambil beberapa pelajarannya.

Menyadari Kehilangan Dompet

Peristiwa ini terjadi pada hari jum’at, hari terakhir bekerja pada minggu itu. Suami pulang kerja sekitar habis magrib, tepat setelah melaksanakan ibadah solat magrib, beliau pulang ke rumah. Oiya, saat itu Jakarta dalam tahap awal pemberlakuan PSBB, dimana penggunaan ojek online kendaraan roda dua tidak diperbolehkan. Biasanya, suami saya pergi dan pulang berangkat dari kantor menggunakan ojek online. Namun karena situasinya demikian, ia pulang dan pergi menggunakan kendaraan umum.

Setelah pekerjaan di kantor dipastikan selesai, semua perlengkapan dikemas kedalam tas, sebelum meninggalkan tempat kerja, doa tidak lupa memastikan kembali tidak ada barang yang tertinggal di meja kerjanya. Karena tidak ada kendaraan umum arah pulang yang melewati gedung tempat doi bekerja, ia pun berjalan kaki terlebih dahulu sekitar 30 menit. Setelah bekerja seharian, kemudian berjalan kaki cukup jauh, kebayang dong capenya. Setelah ada kendaraan umum, tanpa pikir panjang, doi langsung naik angkot.

Ketika didalam angkot, doi menyimpan tas dibelakang pungguh, karena ia menggunakan tas gendong, ia duduk dibelakang sopir. Didalam angkot itu terdapat 3 orang penunmpang, suami saya serta 2 orang ibu-ibu. Karena jaraknya tidak terlalu jauh, suami saya turun lebih dulu dibandingkan 2 ibu-ibu lainnya. Uang untuk ongkos telah disiapkan di saku celana, jadi saat itu tidak mengeluarkan dompet dan belum menyadari dompet sudah hilang. Doi biasa menyimpang dompet di tas atau disaku belakang celana, tetapi pada saat itu, ia sangat yakin telah menyimpan dompet di tas.

Setibanya di rumah, seperti biasa ia mencuci tangat terlebih dahulu, mandi, lalu makan malam. Ketika doi lagi mandi, saya mengeluarkan leptop dari dalam tas nya untuk disimpan di meja kerja. Kala itu saya belum menyadari dompet hilang, firasat saya mungkin disimpan di saku jaket.

Karena weekend saat itu tidak ada agenda khusus, pada hari sabtu kita tidak kemana-mana, beristirahat menghabiskan waktu di rumah saja. Pada saat itu covid awal-awal masuk dan pemerintah menyarankan untuk dirumah saja. Setelah solat isya pada hari sabtu, kita hendak pergi ke mini market. Ketika hendak berangkat, doi mencari dompet didalam tas, dan ternyata tidak ditemukan. Saya pun ikut mencari, tetapi hasilnya nihil.

Memulai Pencarian

Setelah menyadari dompet hilang, kemudian yakin tidak ada dirumah, suami mulai bertanya ke grup whatsapp rekan kerjanya, siapa tahu ada yang melihat sebelum pulang tadi. Dan sayang sekali, mereka tidak melihatnya. Keesokan harinya pada hari Ahad, saya berinisiatif untuk mencari dompet sepanjang suami jalan yang dilalui suami ketika pulang, dengan alasas siapa tahu dompet nya jatuh. Tetapi hasilnya masih tidak ada.

Suamipun berinisiatif untuk pergi kekantar, memastikan kembali takutnya dompet itu ketinggalan. Karena sedang hari libur, ia meminta izin terlebih dahulu kepada atasannya. Setelah mencari dikantor dan dibeberapa sudut kantor yang memungkinkan jatuhnya dompet, ternyata tetap tidak ada. Suamipun bertanya ke satpan yang berjaga didepan gedung, namun ia tidak mengetahuinya karena satpan yang bertugas didepan gedung berbeda dengan satpam yang bertugas disetiap lantai gedung. Pak satpampun menyerahkan untuk ditanyakan kepada satpam yang berada dilantai 17 tempat suami bekerja pada esok hari.

Keesokan harinya, tepatnya pada hari senin, suami saya WFH (Work From Home) sehingga tidak pergi ke kantor. Ia meminta tolong kepada temannya untuk bertanya kepada satpam yang berjaga di lantai 17, samun hasilnya tetap sama, pak satpam maupun OB tidak menemukan dompet di lantai tersebut. Dari sini, kita sudah yakin bahwa dompet nya benar-benar hilang, dan sudah saatnya mengurus surat kehilangan.

Mengurus Surat Kehilangan

Setelah kita menyadari dompet telah hilang, kita mulai mencari cara untuk mengamankan isi didalam dompet, yang paling utama yaitu ATM, KTP dan SIM. Untuk memblokir ATM di Bank, harus mendapatkan surat keterangan hilang dari polisi. Lalu kita mencari-cari tahu dulu bagaimana tahapan mendapatkan surat keterangan hilang dari polisi, menurut salahsatu pengalaman di internet, langkah pertama harus pergi dulu ke kelurahan untuk selanjutnya membuat surat kehilangan dari polisi.

Setelah kita pergi kelurahan terdekat, petugas menyarankan untuk langsung saja pergi ke kantor kepolisian terdekat untuk mencantumkan surat kehilangan dengan membawa fotocopy KTP dan fotocopy buku tabungan. Jadi intinya, untuk membuat surat kehilangan, langsung saja datang ke kantor kepolisian sektor terdekat. Sebelum datang, list barang apa saja yang akan dicantumkan pada surat kehilangan, diantaranya KTP beserta nomor NIK nya, ATM beserta no rekeningnya dan surat-surat penting lainnya.

Setelah diproses, akhirnya jadilah surat kehilangan yang berlaku selama 2 minggu. Jadi dalam waktu 2 minggu itu, kita bisa memblokir ATM ke bank dan membuat KTP, SIM yang baru. Lumayan ribet kan, dan ini semua tidak bisa dilakukan dengan isntan, harus antri-antri dulu.

Menunggu waktu yang tepat

Setelah mendapatkan surat kehilangan, langkah pertama yang dilakukan suami adalah memblokir ATM. Alhamdulillah Bank nya cukup dekat jadi bisa dilakukan ketika hari kerja. ATM yang lama di blokir kemudian diganti ATM baru, tak pikir panjang kita langsung cek saldo, hasilnya masih utuh.

Yang paling bingung mengurus KTP, karena pembuatan KTP baru harus ditempat domisili, dengan kata lain kita harus pulang kampung, sedangkan disini kerjaan suami tidak dapat ditinggalkan. Setelah mengurus ATM, suami fokus bekerja, sembari memikirkan langkah terbaik selanjutnya.

Dompet Ditemukan

Kehilangan dompet pada hari Jumat, membuat surat kehilangan dan memblokir ATM pada hari Selasa. Pada hari kamis malam jumat, ada notifikasi grup whatsapp angkatan semasa kuliah yang tiba-tiba ramai. Ketika dilihat, alangkah senangnya kita… Qadarullah, ternyata ada yang menemukan dompet suami saya, didalamnya terdapat KTM (Kartu Tanda Mahasiswa). Kebetulan orang yang menemukan dompet tersebut memiliki teman yang satu universitas dengan suami saya, tetapi beda angkatan. Akhirnya teman orang yang menemukan dompet membagikan foto KTM suami saya kedalam grup whatsapp angkatannya, hingga samapilah ke grup whatsapp angkatan suami saya.

Pengalaman Kehilangan Dompet Sampe Ketemu Lagi
Chat dengan teman penemu dompet yang kuliah di universitas yang sama.

Qadarullah, Allah takdirkan isi dompet itu masih menjadi rezeki suami saya, dan dengan jalan itu dompet pun bisa ditemukan lagi. Tak pikir panjang, suami langsung menghubungi orang yang telah menemukan dompet. Penemu dompet meminta kita langsung datang ke tempat ditemukannya dompet, yaitu didaerah Depok. Keesokan harinya, kita langsung bersiap pergi menuju tempat ditemukannya dompet itu, untungnya tidak terlalu jauh. Setelah dilihat di internet, ternyata menuju daerah itu searah dengan angkot sepulang kerja suami pada hari jumat itu. Alhasil kita menyimpulkan kehilangan dompet karena kecopetan.

Pengalaman Kehilangan Dompet Sampe Ketemu Lagi
Chat dengan penemu dompet

Dompet itu ditemukan oleh seorang laki-laki berusia sekitar 20 tahunan, tergeletak tepat didepan rumahnya. Qadarullah, Allah mengerjakan hatinya untuk mencari pemilik dompet. Setelah tiba dirumahnya, penemu dompet menceritakan kronologi penemuan dompet, kemudian memberikan dompet itu pada suami saya dan memintanya untuk mengecek. Kartu-kartu dalam dompet itu masih utuh, dan uangnya tidak ada sama sekali, namanya juga kecopetan.

Penutup

Sekian artikel mengenai Pengalaman Kehilangan Dompet Sampe Ketemu Lagi. Terimakasih saya ucapkan kepada aa aa yang telah menemukan dompet saya dan berkenan untuk mencari pemiliknya. Semoga amal kebaikannya dibalas oleh Allah dengan berlipat ganda. Untuk teman-teman yang sedang kehilangan dompet, sebaiknya segera pergi ke Kapolsek terdekat untuk membuat surat kehilangan agar kartu-kartu penting didalam dompet bisa segera diselamatkan. Sebelum membuat surat kehilangan, ada beberapa hal yang perlu dipersiapkan, diantaranya:

  • list kartu apa saja yang akan dicantumkan dalam suar kehilangan
  • Jika mencantumkan ATM, lengkapi dengan fotokopi buku tabungan
  • Jika mencantumkan KTP, lengkapi dengan fotokopi KTP.

Saran saya, sebaiknya Anda menyimpan fotokopi KTP sebagai langkah preventif ditakutkan hal-hal tidak diinginkan seperti saat ini terjadi. Semoga artikel ini bermafaat, mohon maaf apabila terdapat kekurangan baik dari segi isi maupun penulisan artikel.

More++

Jangan lupa untuk membaca artikel Pengalamanhttps://varminz.com/category/pengalaman/ lainnya yang lebih menarik dan tentunya memberikan berbagai informasi. Jangan lupa juga untuk membagikan artikel ini melalui media sosial twitter, whatsapp, Facebook dan media sosial lainnya. Lebih banyak yang tahu lebih menarik bukan 🙂

(Visited 14 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *