Menu Tutup

Pengalaman Lebaran | Lebaran 1440 H

Pengalaman lebaran || pantai pangandaran

Postingan kali ini penulis akan menceritakan pengalaman penulis merayakan hari raya Idul Fitri 1440 H atau 2019 M. Ada banyak hal menarik yang telah dilewati oleh penulis dan sangat disayangkan apabila pengalaman lebaran ini tidak diabadikan dalam tulisan.

Lebaran adalah istilah lain untuk memperingati hari raya umat islam yaitu hari raya idul fitri. Ketika lebaran tiba banyak masyarakan indonesia khususnya umat islam menjalannya berbagai aktifitas yang biasanya dilakukan saat lebaran tiba. Kebiasaan yang selalu ada saat lebaran adalah pulang kampung atau biasa dikenal dengan istilah mudik (mulang ke udik).

Pengalaman Mudik Lebaran

Sebagian besar masyarkat Indonesia bekerja di perantauan. Jakarta sebagai pusat perekonomian Indonesia menjadi urat nadi berjalananya perekonomian Indonesia. Oleh sebab itu banyak orang yang merantau ke Jakarta begitupun penulis. Alhasi ketika lebaran tiba banyak orang-orang yang mudik ke kampung halaman.

Persiapan mudik

Banyaknya para pemudik yang akan pulang ke kampung halaman mengharuskan kita untuk mempersiapkan mudik dengan matang. Persiapan mudin ini dimulian menentapkan tanggal mudik dari jauh-jauh hari, memesan tiket untuk pulang, membawa barang-barang yang diperlukan dan lainnya.

Lebaran 1 syawal 1440 H jatung pata danggal 5 Mei 2019 M. Jauh sebelum tanggal itu, penulis dan suami telah memperkirakan tanggal mudik ke kampung halaman. Keputusan tanggal mudik ini disesuaikan dengan banyaknya cuti bersama ketika hari raya. Untuk menentukan tanggal mudik lebaran, penulis download aplikasi Kalender Indonesia di Play Store. Kalender ini sangat lengkap menampilkan kalender cuti yang dilaksanakan oleh masyarakat Indonesia pada umumnya.

Setelah berdiskusi dengan suami dan mempertimbankan banyak hal, penulis dan suami memutuskan untuk mudik tanggal 29 Mei 2019 setelah suami pulang bekerja.

Pengalaman lebaran memesan tiket mudik

Jika tanggal untuk mudik telah ditentukan, langkah selanjutnya memesan tiket mudik. Mudik dengan kendaraan umum bisa dengan pesawat, kereta api, bus dan lainnya. Jika mudik dengan pesawat dan kereta api sudah pasti akan terhindar dari macet, tetapi jika mudik menggunakan bus, mobil ataupun sejenisnya akan menghadapi macet.

Penulis dan suami pada awalnya merencakan mudik menggunakan kereta untuk menghindari kemaceta. Tiket kereta untuk lebaran telah disediakan secara online 3 bulan sebelumnya tepat jam 00.00. Misalakan jika akan berangkat pada tanggal 29 Mei tiket mudik dapat dibeli mulai pada tanggal 29 Februari.

Untuk mudik lebaran pada bulain Mei, penulis dan suami telah mengincar tiket mudik kereta dari akhir bulan Februari. Setiap jam 00.00 pada akhir bulan Februari penulis bangun untuk berburu tiket kereta online. Sebelumnya penulis telah instal beberapa aplikasi untuk membeli tiket kereta yaitu travelloka, pegi-pegi dan tiket.com.

Banyaknya orang-orang yang berburu tiket mudik dan mungkin memang takdirnya kurang beruntung, penulis dan suami tidak mendapatkan tiket mudik kerta di akhir bulan Ferbruari. Padahal penulis dan suami telah bangun sebelum jam 00.00 untuk membeli tiket mudik, tetapi selalu kahabisan. Alhasil kita harus merelakan tiket mudik menggunakan kereta, meskipun pihak KAI akan menambah kuota mudik, penulis tidak terlalu meranaruh harapan besar untuk mendapatkan tiket mudik menggunakan KAI.

Membeli tiket bus

Penulis dan suami telah merelakan tiket kereta untuk pergi mudik, antisipasinya kita mengincar tiket bus untuk mudik. Tiket bus sebenarnya bisa didapat juga ketika sudah naik bus di pool tetapi resikonya harus berdesak-desakan naik bus. Untuk menghindari berdesak-desakan, penulis dan suami memesan tiket bus secara online.

Tiket bus dapat dipesan satu bulan sebelum tanggal rencara untuk mudik. Penulis telah memesan tiket bus secara online pada tanggal 29 Apri untuk mudik pada tanggal 29 Mei. Harga tiket bus online lebih mahal dari pada beli langsung di tempat. Padahal pada mudik sebelumnya penulis telah membeli tiket secara online dan harga tiket malah lebih murah dari beli langsung. Mungkin akibat dari musimnya mudik jadi semakin banyak orang yang membutuhkan harga akan semakin tinggi.

Penulis dan suami mudik ke kampung halamang pada tanggal 29 Mei berangkat pukul 19.00 dari Jakarta ke Tasikmalaya menggunakan bus. Penulis dan suami berangkat ke pool bus dari kantor suami karena dirasa lebih dekat. Pukul 16.03 penulis berangkat ke kantor suami untuk bernagkat ke pool bersama-sama, penulis tiba di kantor suami pukul 16.13. Penulis tidak bisa langsung bertemu suami ketika sampai di kantor karena pekerjaan suami belum selesai dan mendadak ada pekerjaan tambahan dari atasan suami baru bisa keluar dari kantor sekitar pukul 17.00.

Kendala untuk pergi

Pukul 17.00 penulis dan suami baru bisa memesan kendaraan online untuk pergi ke pool. Karena hari semakin sore menuju malam, dan tepat dengan jam pulang kantor suasana dijalan pasti macet. Penulis dan suami memutuskan untuk memesan kendaraan online menggunakan motor jadi kita pergi masing-masing. Benar saja, suasana dijalan sangat macet, bisanya jarang dari kantor menuju pool dapat ditempuh 45 menitan pada saat itu 2 penulis dan suami menempuh lebih dari 60 menit. Tetapi untungnya tidak telat dan dapat berangkat tepat pukul 19.00.

Suasana dijalan ketika mudik tanggal 29 Mei sekitar H-6 lebaran tidak terlalu ramai hingga menyebabkan kemacetan yang cukup parah. Suasan ramai dan lancar penulis dan suami jumpai ketika mudik tgl 29 Mei. Penulis dan suami tiba ti tempat tujuan pukul 02.00 tanggal 30 Mei. Sekitar 7 jam perjalanan yang timpuh dari Jakarta menuju Tasikmalaya, waktu standar yang biasa ditempuh.

Pengalaman Lebaran: Tiba di Kampung Halaman

Pengalaman lebaran || pesawahan di desa
Pesawahan di desa

Hal yang paling bahagia ketika lebaran adalah berkumpul dengan sanak saudara di kampung halaman. Bersukaria, bercanda, berkumpul, saling berbagi cerita dan pengalaman. Ah.. betapa nikmatnya ketika saling berbagi sukacita bersama sanak saudara.

Setibanya di kampung halaman pukul 02.00 pagi penulis melepas rindu pada orang tua tercinta. Setelah beberapa saat penulis menghangatkan makanan untuk makan sahur bersama. Nikmat tiada tara pertama kalinya makan sahur berkumpul bersama keluarga.

Siang harinya penulis dan suami pergi ke rumah orang tua suami, melepas rindu kepada orang tua dan saudara tercinta. Betapa bahagianya dapat bersua kembali dengan mereka setelah sekitar satu bulan tidak pulang. Penulis menghabiskan waktu beberapa saat di rumah suami kemudian setelah sori tiba, penulis dan suami bergegas pergi ke Tasikmalaya untuk acara buka bersama teman KKN suami.

Pengalaman lebaran: Membuat amplop lebaran

Pada hari kedua di kampung halaman, agenda yang penulis lakukan adalah membuat amplop lebaran. Ide membuat amplop lebaran tercetus dari suami penulis. Amplop yang dibuat sendiri pasti akan memberikan kesan tersendiri bagi pemberi ataupun penerima. Benar saja, memang membuat amplop lebaran ini sangat berkesan dari mulai mendesain, menggunting hingga finishing menempelkan sealling wax.

Pengalaman lebaran || amplop lebaran
Amplop lebaran

Amplop lebaran ini terbuat dari kertas kado berwarna dasar biru dengan corak berwarna biru gelap. Hal yang membuat spesial dari ampol lebaran yang kami buat adalah penggunaan sealling wax untuk merekatkan tutup amplop. Ide penggunaan sealling wax ini terinspirasi dari film Game of Thrones yang menggunakan sealling wax untuk merekatkan surat.

Penggunaan sealling wax ini gampang-gampang susah, maklum saja baru pertama kali meneggunakan. Untuk merekatkan sealling wax pada amplop pertama sealling wax dipotong kecik-kecil, kemudian dipanaskan diatas sendok yang dibawahnya dihangatkan menggunakan api lilin. Lama kelamaan sealling wax akan meleleh dan siap untuk dituangkan pada kertas. Cetakan yang digunkaan untuk membuat bentuk sealling wax menggunakan ujung baterai. Awalnya pernulis akan membuat cetakan dengan huruf FH, tetapi sayang sekali tidak semudah yang dibayangkan.

Kumpul-kumpul keluarga

Salahsatu hal yang paling khas ketika lebaran adalah berkumpul dengan keluarga. Satu hari sebelum lebaran, bibi penulis dari Cianjur tiba di rumah penulis untuk merayakan Idul Fitri bersama-sama.

Hari pertama lebaran, penulis merayakan lebaran bersama keluarga besar penulis. Setelah solat Idul Fitri, penulis melakukan sungkem kedapa suami, kedua orang tua dan meminta maaf kepada seluruh keluarga. Tidak lama dari itu para tetangga berdatangan ke rumah untuk bermaaf-maafan.

Ketika siang hari tiba, penulis dan suami pergi ke kempung halaman suami berkumpul bersama keluarga suami. Penulis mengunjungi rumah sanak saudara suami untuk bersilaturahmi. Salah satu yang paling berkesan bagi penulis adalah mengunjungi rumah almarhumah nenek suami. Rumah dengan arsitertur belanda yang masih asli.

Pengalaman kebaran || gerbang rumah
Gerbang rumah dan pekarangan

Pengalaman Lebaran: Berlibur ke Pantai

Pengalaman lebaran || pantai pangandaran
Pantai pangandaran

Pada hari lebaran ketiga setelah agenda berkumpul dengan sanak saudara selesai, agenda selanjutnya adalah berlibur ke pantai. Pada awalnya berlibur ke pantai tidak direncanakan dan hampir tidak jadi, tetapi melihat situasi lain dan memang masih memungkinkan, penulis dan keluarga pergi berlibur.

Tujuan utama berlibut ke pantai adalah mengajak liburan keponakan yang berusia 2 tahun, karena sebelumnya ia menyukai liburan ke pantai. Penulis berangkat ke pantai pada hari Jumat 7 Juni 2019 dan tiba di pantai sekitar pukul 14.00.

Melihat indahnya laut dengan deburan ombak yang silih berganti sungguh sangat menyenangkan. Seketika terlupa dengan rutinitas yang biasa dijalani diperantauan, ah.. alam ini begitu indah. Keponakan yang sedang lucu-lucunya terlihat asyik bermain ombak berlari-lari dipinggri pantai.

Musibah tidak terduga

Setelah puas bermain ombak, sekitar pukul 16.00 kami berncana untuk berkeliling di bagian bibir pantai lain, jika tidak ada spot menarik akan diteruskan untuk pulang. Setiap kejadian yang terjadi tidak terlepas dari kehendak allah. Beberapa kilometer setelah mobil melaju, dengan berbagai pertimbangan lain kami memutuskan untuk pulang dan hendak berbalik arah.

Pada saat itu kendaraan memang tidak cukup ramai dan mobil yang kami tumpangi dalam keadaan tidak melaju kencang. Ketika hendak berbalik arah dan keadaan mobil telah berhenti, tiba-tiba kendaraan bermotor menabrak mobil bagian belakang. Motor yang menbarak pada saat itu sedang melaju kencang dan pengendara motor sendang tidak fokus alhasil sang pengendara mengalami cedera. Cedera yang dialamai pengendara bermotor tidak terlalu parah, kami membawanya ke puskesmas terdekat untuk memberikan pertolongan.

Pengalaman Lebaran: Kembali ke Perantauan

Waktu liburan telah habis dengan berat hari penulis dan suami harus kembali menjalani aktifitas di perantauan. Memang berat rasanya berpisah kembali dengan sanak saudara, rasanya baru sebentar bertemu sudah harus dipisahkan kembali.

Hangusnya tiket bus

Akibat kecelakaan yang menimpa kendaraan, menyebabkan penulis dan keluarga telat untuk pulang. Tetapi yang pasti ada hikmah dari setiap kejadian yang telah terjadi. Kerna keterlambatan ini penulis dan suami tidak sempat untuk berkemas dan pulang kembali ke perantauan sesuai jadwal tiket yang telah dipesan.

Ketika penulis menyadari tidak akan sempat untuk pulang tepat waktu, penulis berusaha untuk menghubungi pihah agen bus untuk menjadwalkan kembali pemberangkatan. Tetapi sayangnya pihak bus tidak bisa dihubungi. Mungkin memang tiket pemberangkatan pada waktu itu bukan rezeki penulis dan suami.

Penulis dijadwalkan berangkat pukul 19.00 untuk berangkat, tetapi sayangnya pukul 18.00 penulis belum tiba di pool dan memang penulis dan suami sudah merelakan tiket. Pada puku 19.34 ada panggilan tak terjawab pada hp penulis, kerena penasaran penulis melakukan panggilan kemabali. Pantas saja ini dari pihak agen bus, ia menanyakan soal keberangkatan penulis. Saat itu penulis menjelaskan keadaan yang telah terjadi dan meminta menjadwakan ulang pemberangkatan. Tetapi pihak agen menjelaskan tidak bisa melakukan hal demikian. Kalaupun ingin dijadwakjan kembali harus menghubungi pihak agen 3 hari sebelum pemberangkatan.

Penutup

Demikian pengalaman lebaran penulis dengan berbagai cerita menarik dan menyenangkan. Ambil yang baik dan buang yang jeleknya. Semoga artikel ini bermanfaat.

More++

Jangan lupa untuk memebaca artikel pengalaman lainnya yang menarik dan tentunya terdapat berbagai pelajaran didalamnya. Share jika dirasa artikel ini perlu dibaca orang orang lain. Terimakasih 🙂 Selamat Hari Raya Idul Fitri 1440 H. Mohon maaf lahir dan batin.

(Visited 75 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *