Menu Tutup

Pengalaman Menjadi Guru Honorer

pengalaman menjadi guru honorer

Pengalaman menjadi guru honorer dimulai pada bulan Agustus 2018. Saat itu saya baru lulus S1 jurusan Pendidikan Matematika, tetapi masih belum wisuda. Karena surat keterangan telah lulus S-1 sudah diterima, saya mencoba melamar ke sekolah swasta untuk mencari pengalaman. Selain itu, jadwal kuliah yang sudah jarang sekali, hanya revisian skripsi saja yang harus dikerjakan, dan apasalahnya memulai untuk terjun.

Saya melamar ke Madrasah Tsanawiyah, setara dengan Sekolah Menengah Pertama untuk mengajar matematika. Saya memilih sekolah ini karena dekat dengan tempat tinggal dan kebetulan saya alumnus dari sana juga. Awalnya saya bertanya dulu ke bagian wakamad (wakil kepala madrasah) tentang ada tidaknya lowongan mengajar sebagai guru matematika. Kemudian beliau menyarankan untuk datang ke sekolah dan berbicara dengan bapak kepala sekolah.

Tidak lama dari itu, saya datang ke sekolah dengan membawa persyaratan untuk melamar sebagai guru, untuk diajukan kepada kepala sekolah. Bapak kepala sekolah menyambut baik kedatangan saya. Dengan berbagai pertimbangan disekolah, saya diterima mengajar disana, tetapi baru diberi 15 jam pelajaran. Saya rasa 15 jam pelajaran cukup untuk pemula, sebab dengan berjalananya waktu lambat laun akan bertambah juga.

Saya mengajar kelas 7 sebanyak 2 kelas dan kelas 8 sebanyak 1 kelas, jadi dalam satu minggu mengajar 15 jam pelajaran dalam 3 kelas. Sebelumnya ketika PPL (Proglam Pelatihan Lapangan) saat kuliah saya mengajar di SMP kelas 7, sehingga ketika terjun mengajar tidak terlalu asing. Anak-anak kelas 7 cenderung masik ke kanak-kanakan, jiwa sekolah dasarnya masih terasa. Sehingga mengajarkannyapun perlu eksta sabar dan tidak boleh terlalu cepat.

Perkumpulan Guru

Salah satu pengalaman menjadi guru honorer yang berkesan yaitu perkumpulan guru. Setelah sekitar 3 minggu mengajar, saya bersama guru-guru yang lain mendapatkan undangan untuk menghadiri rapat Perkumpulan Guru Madrasah (PGM). Berhubung saya guru baru dan kurang memahami apa itu PGM. Disini saya akan sedit menjelaskannya

Perkumpulan Guru dibawah KEMENAG (Kementrian Agama)

Sama halnya dengan kumpulan guru-guru dari Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) yang mengajar di TK, SD, SMP dan SMA. Kumpulan guru-guru yang mengajar di RA, MI, MTs dan MAN juga terdapat kumpulan guru-guru yang disebut PGM (Perkumpulan Guru Madrasah).

Fungsi utama perkumpulan guru ini untuk menjalin silaturahmi guru-guru madrasah antar sekolah. Perkumpulan Guru Madrash dibagi menjadi beberapa tingkatan sesuai dengna wilayah, dari mulai tingkat kecamatan, kabupaten hingga provinsi.

Saya mengikuti Perkumpulan Guru Madrasah tingkat kecamatan. Saat itu akan dilantik kepengurusan baru dengan menetapkan ketua, wakil ketua, bagian pengurus harian dan lainnya. Semuanya dilantik oleh perwakilan dari Kementrian agama tingkat kabupaten.

Selain pelantikan, saat itu semua guru-guru diberi beberapa informasi mengenai pembagian tugas-tugas di kantor kementrian agama tingakat kabupaten. Seluruh guru juga diberi motivasi untuk terus bersemangat mengajar dengan ikhlas.

Perkumpulan Guru dibawah KEMENDIKBUD (Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan)

Perkumpulan guru yang berada dibawah naungan Kemendikbud disebut PGRI (Perkumpulan Guru Republik Indonesia). Organisasi ini memuat guru-guru yang mengajar di TK, SD, SMP dan SMA. Fungsi utamanya sama seperti Perkumpulan Guru Madrasah (PGM).

Akreditasi Sekolah

Pengalaman menjadi guru honorer yang paling mendebarkan adalah ketika saya mulai mengajar, saya langsung diperintah oleh Wakamad bagian kurikulum untuk membuat adminstrasi guru dengan lengkap. Adminstrasi ini terdiri dari 4 buku kerja guru yang harus diisi dan dikerjakan oleh guru. Beliau menyampaikan akreditasi sekolah akan dilaksanakan dalam waktu dekat.

Awalnya saya beserta guru-guru yang lain mengira akreditasi pada madrasah tidak akan dilaksanakan. Sebab sudah beberapa minggu, jadwal akreditasi madrasah kami selalu diundur. Tidak lama dari itu, akreditasi sekolah ditetapkan akan dilaksanakan pada bulan Desember.

Sebelum akreditasi dilaksanakan, dalam jauh-jauh hari sekolah terlah membentuk panitian akreditaso untuk bertanggung jawab atas 8 Standar Isi. Setiap standar isi memiliki tugas yang berbeda. Setiap standar bertanggung jawab untuk memenuhi dokumen-dokumen sekolah baik dari setiap guru-guru seperti penilaian dan laiinnya. Atupun dari seluruh kegiatan sekolah yang telah dilaksanakan selama 5 tahun.

Diperiksa Asesor

Akreditasi dilaksanakan pada bulan Desember selama 2 hari. Hari pertam adigunakan untuk memeriksa kelengkapan administrasi sekolah dan hari kedua digunakan untuk penilaian guru saat mengajar atau disebut peer teaching. Akreditasi ini diperiksa oleh 2 asesesor. Selama 2 minggu terkahir seluruh guru-guru beserta staff TU sibuk menyiapkan file-file untuk akreditasi, terlebih guru yang bertanggung jawab atas 8 Standar. Kerja lembur disekolah selama 1 minggu terkahir menjadi rutinitas meyambut akreditasi.

Karena saya guru baru, dan baru sebentar mengajar kurang dari saru semester, sehingga data yang haru saya siapkan tidak terlalu banyak. Sama seperti yang lainnya, saya membuat 4 buku kerja guru yang dikumpulkan kepada panitia penanggung jawab 8 Standar.

Ketika tim asesor memerikas bagian standar isi, beliau memerikasa buku kerja yang saya buat, sehingga saya pun dipanggil. Saya duduk didepan asesor dan disamping penanggung jawab bagian standar isi. Saya ditanyai perihal RPP dan silabus yang telah saya buat. Untuk rpp terdapat sedikit kesalahan, seharusnya kompetensi inti dicantumkan pada RPP. Sedangkan untuk silabus tidak ada masalah, karena saya menggunakan silabus yang telah dikebangkan melalui MGMP.

Perasaan kertika ditanya asesor awalnya merasa takut, gemetar dan gugup. Takut ada banyak kekurangan sebab akan mempengaruhi nilai akreditasi. Gugup karena saya guru baru dan hanya sedikit pengalaman yang saya tau dibandingkan dengan guru lainnya. Tapi alhamdulillah berjalan dengan lancar dan sesuai harapan.

Melaksanakan Peer Teaching

Pada hari kedua kareditasi dilaksanakan peer teaching. Peer teaching dibagi menjadi 2 bagian yaitu untuk mata pelajarna umum seperti matematika, bahasa indonesia, bahasa inggris, IPA dan untuk mata pelajaran agama yaitu Fiqih, akidah akhlak, bahasa arab, SKI dan Alqur’an Hadis.

Asesor pertama menguji guru yang mengajar mata pelajar umum, sedangkan asesor kedua menguji mata perlajaran agama. Asesor pertam ingin mata pelajaran matematika di kelas 7 dan itu bagian mengajar saya. Sedangkan asesor kedua ingin mata pelajaran akidah akhlak.

Saya pun melaksanakan peer teaching pada haru kedua akreditasi sekitar pukul 08.00. Peer teaching dilaksanakan di kelas 7-A. Saya mempersiapkan perangkat pembelajaran dengan lengkap, dari mulai RPP, bahan ajar, LKPD, tugas individu, tes individu berserta alat peraga. Saya menggunakan model pembelajaran Discoveri Learning dengan alat peraga berupa timbangan

Ketika asesor masuk, saya pun memulai pemberlajaran sesuai dengan RPP. Asesor mulai melakukan penilaian proses mengajar. Ketika sedang melakukan peragaan kasus, asesor berdiri dan pamit untuk keluar. Saya kira beliau hendak kebelakan, ternyata proses penilaian telah selesai. Hanya sekitar 15 menit asesor berada diruangan. Dan setelah asesor keluar rasanya legaa sekali.

Hasil peer teaching dapat langsung dilihat setelah pembelajaran selesai. Setelah penilaian dikumulatifkan, Alhamdulillah saya mendapatkan nilai yang baik, meskipun terdapat sedikit kekurangn. Kekurangannya tidak menggunakan media pembelajaran proyektor, saya kira cukup dengan LKPD dan bahan ajar saja. Tetapi baikknya asesor menyarankan untuk menggunakan proyektor agar dapat divisualisasikan. Nilai yang saya peroleh mempengaruhi penilaian pada Standar Proses.

Honorarium

Hal yang paling disayangkan dalam pengalaman menjadi guru honorer adalah tentang Honorarium atau uang jasa yang biasa disebut juga honor yang didapatkan tidak bergitu besar. Uang jasa guru honorer berdasarkan banyaknya jam mengajar. Secara garis besar berdasrkan banyaknya jam mengajar, perhitungan uang jasa guru honorer dapat digolongkan kedalam dua jenis, yaitu:

Uang Jasa untuk Jam Mengajar Mati

Uang jasa atau honor untuk jam mengajar mati dihitung mengajar satu minggu untuk satu bulan. Misalkan saya dalam satu minggu mengajar 10 jam pelajaran. Setiap 1 jam pelajaran diberi honor Rp. 20.000,-. Dalam satu bulan saya akan mendapatkan uang 10@Rp 20,000,- jadi Rp.200.000,-. Biasanya ditambah dengan uang tranportasi atau jika menjadi pembina ekskul ataupun wali kelas, uang honor akan ditambah lagi.

Saya dulu mengajar 15 jam pelajaran. Honor per jamnya Rp. 14.000,-. Jadi honor saya selama satu bulan 15@Rp. 14.000,- = Rp 210.000,- + Rp. 20.000,- uang transportasi jadi total Rp 230.000,- kemudian dipotong koperasi yang entah untuk apa Rp. 15.000,-. Jadi honor saya mengajar 3 kelas, 60 jam pelajaran selama satu bulan Rp. 215.000,-. Tidak besar memang, kadang diawal-awal suka pengen nangis aja, ko segini banget. Tapi yasudahlah, ini memang kenyataan guru honorer seperti ini.

Uang Jasa untuk Jam Mengajar Hidup

Jika uang jasa yang dihitung jam mengajar nya hidup, biasanya di sekolah swasta favorit. Misalkan dalam satu minggu mengajar 10 jam pelajaran, berarti dalam 1 bulan mengajar 10*4= 40 jam pelajaran. Honor 1 jam pelajarannya misalkan Rp. 20.000,-. Maka honor selama 1 bulan 40@ Rp. 20.000,- adalah Rp. 800.000 belum ditambah uang trasnportasi dan tunjangan lainnya. Dan begitulah realita di negeri ini.

Penutup

Meskipun uangnya tidak seberapa, banyak hal baik dan pelajaran yang dapat dipetik dalam pengalaman menjadi guru honorer. Seperti pengalaman dalam berinteraksi, hal-hal lucu yang dilakukan murid, serta hal yang membuat jatuh bangun lainnya.

Sekian pengalaman menjadi guru honorer saya. Semoga menjadi pelajaran dan memberikan manfaat untuk kalian yang membacanya. Mohon maaf apabila ada kesalah. Jangan lupa untuk share 🙂

More++

Selain pengalaman menjadi guru honorer. Jangan lupa untuk membaca artikel penulisa lainnya seputar pengalaman penulis.

(Visited 195 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *