Menu Tutup

Perkalian Garis Ala Jepang dan Kelemahannya

Matematika sering menjadi momok yang sangat menakutkan bagi kalangan pelajar. Sebagian anak yang menyukai perhitungan, bermain logic, namun sebagian anak kurang meminatinya. Kali ini, saya akan membahas cara mudah menyelesaikan perkalian dengan menggunakan garis ala jepang. Cara ini mudah sekali, Anda hanya memerlukan perhitungan yang tidak terlalu rumit. Tetapi tentunya saja, perkalian garis ala Jepang ini terbatas dan memiliki kelemahan jika dibandingkan cara manual yang sudah diajarkan sejak Sekolah Dasar. Berikut ini artikel mengenai Perkalian Garis Ala Jepang dan Kelemahannya.

Perlu ditekankan kembali, cara ini bisa diperkenalkan kepada siswa setelah dia memahami perhitungan perkalian dengan cara manual. Sebab dikhawatirkan, setelah mempelajari cara ini, siswa kurang memahami cara manual yang menjadi dasar penyelesaian perkalian. Perkalian garis ala Jepang ini digunakan untuk membantu perhitungan agar lebih cepat dengan syarat-syarat yang terpenuhi. Dengan kata lain, perkalian ini tidak bisa digunakan dalam semua keadaan matematis, ada beberapa aspek yang perlu dipenuhi.

Mengapa ala Jepang ? Penyelesaikan perkalian ini pertama kali populer berasal dari Jepang. Populer di media social, kemudian banyak orang yang menggunakannya. Metide ini cocok sekali bagi anak yang mudah untuk belajar secara visual mengguanakan gambar-gambar dan lambat untuk melakukan perhitungan. Tetapi, sekali lagi, metode ini hanya digunakan sebagai tambahan. Tetap saja, cara yang lebih utama menggunakan metode perkalian yang telah dipelajari di bangkus sekolah.

Berikut ini cara menyelesaikan perkalian menggunakan metode perkalian garis ala Jepang dan kekurangannya.

Menyelesaikan perkalian

Kali ini kita akan mencoba menyelesaikan perkalian dengan menggunakan metode perkalian garis ala Jepang. Kita ambil contoh 23 x 32. Sekarang, coba teman-teman hitung 23 x 32 dengan menggunakan kalkulator atau metode perkalian biasa. Nanti hasilnya kita bandingkan, sama ataukan tidak. Untuk menyelesaikan perkalian dengan menggunakan metode garis ini, saya membaginya membagi 3 langkah mudah dibawah ini.

Menggambar garis

Kita akan mengambil contoh 23 x 32. Garis yang perlu dibuat seperti pada gambar dibawah ini:

Perkalian Garis Ala Jepang dan Kelemahannya
Membuat garis

Angka 23 diwakili oleh garis berwarna biru, sedangakan angka 32 diwakili oleh garis berwarna coklat. Dua garis warna biru bagian atas mewakili angka puluhan pada angka 23, sedangkan tiga garis warna biru bagian bawah mewakili angka satuan.

Untuk angka 32, muali digambarnya dari bawah. Tiga garis warna coklat bagian bawah mewakili angka puluhan pada angka 32, sedangkan dua garis warna coklat bagian atas mewakili angka satuan.

Proses menggambar garis ini jangan sampai salah. Langkah ini merupakan kunci bagaimana perkalian garis ini akan berhasil atau tidak. Coba bandingkan dengan gambar dibawah.

Perkalian Garis Ala Jepang dan Kelemahannya
Contoh gambar yang salah

Gambar diatas merupakan gambar yang salah. Pada gambar diatas, 23 diwakili oleh garis biru dimulai dari atas, 32 oleh garis coklat dimulai dari atas juga. Harusnya, 32 yang diwakili oleh garis coklat dimulai dari bawah. Semoga dapat dengan mudah dipahami 🙂

Membagi garis

Garis yang telah dibuat ini membentuk perpotongan antara garis biru dan garis coklat. Kali ini kita akan membagi titik potong itu kedalam tiga bagian, sesuai dengan pola yang terbentuk pada gambar.

Membeagi garis dengan menandainya menggunakan oval

Anda dapat membagi sekumpulan titik potong garis yang terbentu sesuai pola menggunakan oval seperti pada gambar diatas. Atau bisa juga menggunakan cara dibawah ini

Membagi perpotongan garis.

Gambar diats terlihat lebih simpel dibandingkan dengan yang sebelumnya.

Menghitung titik potong

Langkah terakhir yang paling ditunggu-tunggu yaitu menghitung titik potong antara garis coklat dengan garis biru.

Perkalian Garis Ala Jepang dan Kelemahannya
Hasil akhir

Saya menandai perpotongan garis dengan titik berwarna kuning. Pada bagian paling kiri terdapat 6 titik potong, bagian tengah terdapat 13 titik potong, sedangkan bagian kanan terdapat 6 titik potong. Untuk menentukan hasil akhirnya, perhatikan angka 13, angka 1 pada angaka 13 ditambahkan dengan angka 6 disebelah kiri, hasilnya 7. Maka hasil akhri dari 23 x 32 adalah 736. Bagaimana, sama atau tidak dengan hasilperhitungan manual.

Cara ini sangat mudah sekali, jika dibandingan dengan cara biasa yang telah diajarkan sejak Sekolah Dasar. Tetapi, cara ini terdapat beberapa kekurangan. Berikut ini beberapa kekurangan menyelesaikan perkalian dengan menggunakan metode perkalian garis ala Jepang.

Kekurangan metode perkalian garis

Meskipun mudah untuk disekelsaikan, dalam metode perkaliian garis ala Jepang ini terdapat beberapa kekurangan.

Lebih efektif menghitung bilangan dibawah 5

Seperti pada contoh, saya menggunakan angka 2 dan 3 agar garis yang dibuat tidak terlalu banyak. Semakin bersar angka yang diambil, semakin banyak pula garis yang dibuat dan semakin banyak pula titik potong yang dibentuknya.

Mudah digunakan untuk perkalian dengan jumlah digit yang sama

Pada contoh, saya mengalikan angka 2 digit dengan 2 digit pula. Jika jumalh digit tidak sama, misalkan seperti 234 x 4 tidak bisa diselesaikan menggunakan metode perkalian garis ala Jepang ini. Contoh perkalian dengan jumah digit yang sama : 43 x 22 atau 234 x 222. Semakin banyak jumlah digitnya, semakin banyak pula garis yang akan dibuat.

Tidak berlaku oleh perkalian yang memiliki angka nol

Metode perkalian garis tidak berlaku bagi perkalian yang memiliki angka nol. Dengan kata lain, perkalian yang memiliki angka nol tidak dapat diselesaikan dengan menggunakan metode perkalian garis ini. Contoh 203 x 111 tidak dapat diselesaikan menggunakan perkalian garis, sebab angka nol sulit diinterpretasikan menggunakan garis.

Validitas metode perkalian garis ini masih banyak yang harus dikaji. Sebab metode ini memiliki berbagai kekurangan. Kekurangan yang saya uratarakan diatas, hanya beberapa saja, mungkin masih banyak lagi yang belum diketahui. Sebagai catatan, jika metode ini hendak diajarkan kepada siswa, sebaiknya beritahukan pula kekurangan-kekurangan pada metode perkalian garis ini.

Penutup

Sekian artikel mengenai Perkalian Garis Ala Jepang dan Kelemahannya. Semoga artikel ini bermanfaat dan dapat membantu adik-adik yang mengalim kesulitan untuk menyelesaikan perkalian. Metode perkalian garis cukup mudah sekali, hanya saja terdapat beberapa kekurangan. Diatara kekurangan yang telah ditemukan : perkalian garis lebih efektif menghitung bilangan dibawah 5, jumlah digit pada perkalian harus sama, dan tidak berlaku oleh perkalian yang memiliki angka nol. Untuk memilhat contoh lebih banyak, Anda dapat melihatnya dalam platform Youtube dengan kata kunci perkalian garis.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan ketika menggunakan metode perkalian garis ini diantaranya:

  • Perhatikan ketika menggambar garis, jangan samapai salah posisi atau ada jumlah garis yang kurang
  • Hitung titik potong dengan teliti
  • Posisi garis ini menentukan bagaimana kita membagi titik potong. Jika garis terlalu dekat atau jauh, pembagian titik potong akan sulit.

Mohon maaf apabila terdapat kekurangan, baik dari segi isi ataupun penulisan artikel.

Burung irian, burung cendrawasih

Cukup sekian, dan terimakasih 🙂

More++

Jangan lupa untuk membaca artikel Fakta lainnya yang tentunya memberikan berbagai informasi menarik seputar matematika. Jangan lupa juga untuk share artikel ini melalui medoa social twitter, facebook, instagram, whatsapp, dan media social lainnya. Lebih banyak yang tahu, lebih menarik bukan 🙂

(Visited 25 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *