Menu Tutup

Protokol Normal Baru | Persiapan New Normal

Protokol Normal Baru – Kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang dijalankan di berbagai daerah di Indonesia, khususnya bagi daerah-daerah terdampak covid-19 memberikan hasil penurunan kasus yang cukup siginfikan. Kebijakan PSBB ini memang perlu dijalankan secara ketat agar hasilnya dapat maksimal menurunkan kasus positif covid-19. Tetapi, dibalik kesuksesan kebijakan PSBB ini ada faktor-faktor yang menyebabkan aspek kehidupan lainnya ikut terdampak salahsatunya aspek perekonomian.

Pandemi covid-19 ini menurunkan aspel perekoniman dunia tidak terkecuali Indonesia. Maka agar masyarakat Indonesia tetap bangkit, pemerintah perlahan-lahan akan menerapkan aktifitas normal baru (new normal) untuk menstabilkan kembali perekonomian. Kebijakan normal baru ini akan dilaksanakan secara bertahap di berbagai sektor baik itu ekonomi, sosial, peribadahan hingga sekolah. Beberapa daerah telah melaksanakan simulasi normal baru dengan penjagaan ketat yang dilakukan oleh TNI dan Polri. Keterlibatan TNI dan Polri dalam masa pengenalan normal baru kepada masyarakat dengan harapan normal baru kelak akan sesuai dengan harapan.

Era normal baru pada intinya masyarakat harus lebih memperhatikan protokol kesehatan untuk meminimlisir penularan covid-19. Protokol kesahatan normal baru ini mengatur tentang bagaimana bersosialisasi dengang orang lain, etika berkerumun ditempat umum, hingga menjaga kebersihan tubuh. Normal baru juga menyarankan agar para pelaku ekonomi melakukan transaksinya dalam bentuk digital. Normal baru ini akan mengarah ke gaya hidup yang digitalisasi. Apa-apa semuanya serba digital. Masyarakat harus bisa melihat peluang ke depan agar bisa bertahan di era normal baru yang akan dijalani dalam waktu dekat. Berikut ini beberapa protokol normal baru yang perlu diperhatikan.

Protokol Normal Baru Untuk Pusat Keramaian

prtotokol normal baru
Keramaian

Protokol normal baru telah ditetapkan oleh mentri dalam negeri Tito Karnavian dengan menerbitkan Keputusan Mendagri Nomor 440-830 Tahun 2020 tentang Pedoman Tatanan Normal Baru Produktif dan Aman dari Covid-19 bagi ASN di Lingkungan Kemendagri dan Pemerintah Daerah. Pemerintah Daerah bertanggung jawab atas protokol kesehatan normal baru pada fasilitas umum, swasta, komersial, industri dan bisnis-bisnis lainnya. Setiap daerah saat ini tengah beradaptasi pada era normal baru. Berikut ini protokol normal baru untuk pusat keramaian :

Wajib menyerahkan “Rencana Pengelolaan Normal Baru” kepada Pemerintah Daerah

Semua fasilitas komersial, swasta, industri dan bisnis-bisnis lainnya yang hendak beroprasi wajib menyerahkan “Rencana Pengelolaan Normal Baru” kepada pemerintah daerah tempat fasilitas tersebut beroprasi. Pemerintah Daerah akan merinci semua pengaturan tata kelola keramaian sesuai dengan protokol kesehatan yang berlaku sebelum akhirnya beroprasi. Sebelum beroprasi seperti biasa, “Rencana Pengelolaan Normal Baru” harus sudah diserahkan kepada Pemerintah Daerah sebelum akhirnya diproses.

Menerapkan aturan jarak fisik

Pengelola dengan satuan pengamanan, wajib menerapkan aturan jarak fisik bagi setiap pengunjung pada setiap gerai, toko, antrian dan semua fasilitas lainnya. Jarak fisik (physical distancing) antar pengunjung minimal sejauh 1 meter atau lebih disarankan 2 meter,

Memeriksa suhu tubuh

Wajib melakukan pemeriksaan suhu tubuh untuk setiap pengunjung yang hendak memasuki area tertutup, semi tertutup atau area terbuka jika dua orang atau lebih hendak berkumpul. Pemeriksaan suhu tubuh ini sangat penting. Pengunjung dengan suhun tubuh lebih dari 37 derajat celcius hendaknya tidak diperbolehkan masuk area dan hendaknya melakukan rapid test.

Menetapkan jumlah maksimum orang

Untuk swalayan, pertokoan, butik dan gerai-gerai lainnya harus menetapkan jumlah maksimum orang yang bisa masuk ke area tersebut. Selain itu, pengelola juga harus membatasi jumlah orang yang bisa masuk kedalam lift.

Mengutamakan transaksi online dan non tunai

Pusat pembelanjaan harus sudah mulai mensosialisasikan transaksi online atau pembayaranan dengan uang non tunai agar pembeli dapat meminimalisir penularan virus yang terjadi. Pengelola juga sebaiknya memperbanyak jumlah mesin penyedia makanan dan minuman otomatis daripada mengoprasikan kafetarian secara penuh untuk menghindari kontak fisik secara langsung.

Menempelkan materi informasi fasilitas kesehatan

Pengelola menempelkan materi informasi sebagai pengingat bagi pengunjung maupun pegawai menjaga jarak, sering mencuci tangan dan sanitasi rutin lainnya. Memakai sarung tangan bila perlu, sering menggunakan hand sanitizer, memakai masker dan berbagai hal lainnya yang termasuk sanitasi rutin.

Protokol Kesehatan untuk Restoran, Cafe, Warung Makan dan Lainnya

protokol normal baru
Cafe

Untuk restoran, cafe, warung makan dan yang lainnya dapat beroprasi jika menerapkan protokol kesehatan berikut:

  1. Memperioritaskan dengan layanan take away atau pengiriman
  2. Menghentikan sementara layanan parasmanan atau salad bar.
  3. Pertahankan jarak 3 meter antar meja
  4. Pengelola dan karyawan harus selalu menggunakan face mask dan memakai sarung tangan ketika sedang menyajikan makan
  5. Menyediakan daftar menu sekali pakai
  6. Menyediakan tisu berbasis alkohol dan menyediakan tempat cuci tangan dengan tidak menyentuh lansung kran air.
  7. Menyediakan alat makan sekali pakai dan mencuci secara rutin alat makan yang tidak sekali pakai menggunakan sabun, lebih efektif menggunakan air hangat.
  8. Mempromosikan layanan tanpa kontak langsung dengan pembeli
  9. Menandai jarak aman pada garis antrian
  10. Membersihkan ruangan mengguankan disinfektan secara berkala di tempat umum

Protokol Normal Baru Untuk Pertokoan, Bank dan Lainnya

Pertokoan

Protokol kesehatan untuk pertokoan, bank dan semacamnya sebagai berikut:

  1. Menerapkan batas maksimum orang yang bisa masuk kedalam pertokoan atau gedung bank
  2. Membatasi titik masuk orang atau barang yang keluar masuk ruangan
  3. Mempromosilkan transaksi online dan layanan belanja
  4. Menerapkan layanan penjualan dan pembelian dengan uang non tunai atau tanpa kontak bersentuhan tangan
  5. Sering membersihkan atau mendisinfeksi benda-benda yang hendak dijual, benda-benda yang rentan dipegan orang dan tempat-tempat yang sering didapati banyak orang seperti kursi pada tempat tunggu.

Protokol Normal Baru untuk Salon, Barbershop, Spa dan Lainnya

Salon

Berikut ini protokol kesehatan yang harus diterapkan oleh salon, barbershop, spa dan lainnya:

  1. Pengelolan maupun pegawai sering mencuci tangan dan membersihkan peralatan salon yang digunakan
  2. Wajib menggunakan facemask, sarung tangan dan masker.
  3. Membersihkan fasilitas secara rutin menggunakan disinfektan
  4. Menerapkan kebijakan dan protokol kesehatan pada karyawan apabila sakit seperti flu, demam, dan gejala lainnya.

Penutup

Sekian pembahasan mengenai Protokol Normal Baru yang telah disebutkan diatas. Agar Indonedia segera terbebas dari pandemi covid-19 ini, kita semua perlu bekerja sama untuk saling mejaga, memenuhi aturan dan program-program yang dibuat oleh pemerintah. Pemerintah membuat aturan bersama para ahli berdasarkan kajian dan data yang telah diterapkan. Kebijakan pemerintah membuka kembali sektor perekonomian ini merupakan langkah awal agar semua masyarakat Indonesia kembali bangkit.

Semoga artikel ini bermanfaat khususnya bagi Anda yang hendak membuka toko tetapi masih bingung dengan peraturan yang berlaku pada saat normal baru diterapkan. Mohon maaf apabila terdapat kesalahan baik dari segi isi maupun penulisan artikel.

More++

Jangan lupa untuk membaca artikel Fakta lainnya yang lebih menarik dan tentunya memberikan berbagai informasi. Jangna lupa juga untuk share artike ini di media social whatsapp, twitter, facebook dan lainnya. Lebih banyak yang tahu lebih menarik bukan . 🙂

(Visited 37 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *