Menu Tutup

Segenggam Iman Anak Kita | Resensi Buku

Segenggam Iman Anak Kita – Sesuatu yang disampaikan dengan hati, maka akan sampai ke hati pula. Buku ini disampaikan dari hati, dengan ilmu yang sangat luas dari penulis disertai dengan kerendahan hatinya. Membuat saya selaku pembaca seolah ditegur dengan cara yang paling lembut. Mendidik anak perlu ilmu, tidak bisa instan, dan perlu proses yang benar-benar tepat. Maka saya kira, buku ini perlu menjadi referensi Ibu untuk mendidikanak agar kelak anak kita menjadi anak yang shalih dan mendoakan kita setelah kita tiada. Jazakallah Khayran Ustad Muhammad Fauzi Adhim telah menulis buku yang sangat bermanfaat dan disampaikan dengan sangat apik

Di buku ini, terasa sekali betapa pentingnya membenahi diri sendiri sebagai bekal untuk mengasuh dan mendidik anak. Betapa pentingnya peran seorang ibu dalam membangun keimanan dalam hati anak-anaknya. Sebab iman ini lah yang bisa menyelamat dirinya di dunia maupun diakhirat, bahkan bisa menolong kita selaku orang tua. Sekali lagi, ibu sangat berperan penting menumbuhkan iman bagi anaknya.

Sebagaimana kisah dari anak Nabi Nuh dan Nabi Luth ‘alaihimassalam ketika anaknya menjadi penghuni kekal api neraka lantaran ibu mereka telah durhaka sehingga tidak bisa menanamkan iman kepada anaknya. Padahal mereka adalah anak dari seorang Nabi yang sudah tidak diragukan lagi keimanannya, anak terperosok kedalam jurang neraka lantaran istri yang berkhianat. Kisah ini disampaikan dengan sangat apik dalam buku ini. Tak terasa pembaca menetskan air mata tatkala membaca kisah ini. Betapa pentingnya peran sorang ibu.

Identitas Buku

Segenggam Iman Anak Kita
Foto Buku Segenggam Iman Anak Kita karya Mohamad Fauzi Adhim

Buku berjudul Segenggam Iman Anak Kita karya Mohammad Fauzi Adhim pada tahun 2013 oleh penerbit Pro-U Media yang terletak di Yogyakarta. Buku dengan ukuran panjang 20,6 cm, tebal 1,8 cm, lebar 13,8 cm dan dengan berat yang cukup ringan, sangat pas untuk dibawa kemanapun. Pembaca membeli buku ini Rp 42.600 karena kebetulan sedang diskon. Harga pasaran buku ini Rp 60.000,-. Pembahasan buku ini dibagi kedalam lima bagian utama. Dalam artikel ini saya akan mengupas setiap bagian dan mencantumpan beberapa kutipan penting dari buku ini yang perlu dijadikan sebagai bekal. Kelima bagian tersebut meliputi:

  1. Menjadi orang tua untuk anak kita
  2. Membekali jiwa anak
  3. Menghidupkan Al;Qur’an pada diri anak
  4. Sekedar cerdas belum mencukupi
  5. Menempa jiwa anak, menyempurnakan bekal masa depan

Menjadi Orang Tua Untuk Anak Kita

Pada bagian ini Penulis buku membahas tentang:

  1. Dua anak lebih, Baik !
  2. Untungnya melahirkan itu sakit
  3. Agar anak tak krisis identitas
  4. Tiga bekal mengasuh anak
  5. Memahami prilaku anak
  6. Belajar menakar tindakan
  7. Mendampingi anak menghadapi trauma
  8. Mengatasi trauma orang tua

Sebelum urusan bagaimana cara mengasuh anak, ada yang harus kita benahi dalam niat kita. Jika banyaknya anak menjadi cita-cita, maka kehadiran mereka akan kita sambut dengan penuh kerelaan dan rasa syukur.

Selebihnya, ada yang perlu kita perhatikan dalam mengasuh anak. Segala sesuati ada ilmunya. Tugas kita untuk membekali diri dengan ilmu sebelum berbicara dan bertindak.

Ada tiga bekal yang perlu kita miliki dalam mengasuh anak-anak kita. Pertama, rasa takut terhadap masa depan mereka. Kedua, takwa kelada Allaj ‘Azzawajalla. Ketika, berbicara dengan perkataan yang benar.

Mohammad Fauzi Adhim

Kutipan diatas diambil dari bagian pertama buku. Pada bagian ini penulis buku menyampaikan dasar-dasar penting yang harus ditanampan ketika hendak mendidik anak, bagaiman kaitan sakitnya melahirkan dengan kedekatan ibu dan anak. Memahami prilaku anak, hingga mempersiapakan anak ketika hendak memiliki adik bayi yang baru agar terhindar dari kecemburuan.

Membekali Jiwa Anak

Pada bagian ini Penulis Buku membahas tentang:

  1. Bangkitkan jiwa mereka!
  2. Meletakkan visi pada anak
  3. Jiwa yang bercahaya
  4. Kepasrahan yang menggerakkan
  5. Albert tak pernah kembali
  6. Cintai anakmu untuk selamanya
  7. Keimanan lahirkan keteladanan
  8. Ada agama selain islam

Bersyukur merupakan dasar yang sangat penting bagi pertumbuhan mental anak, terutama untuk membentuk karakter unggul. Syukur itu berkaitan dengan bagaimana kita menerima, memandang dan memaknai apa yang kita terima.

Cintai anakmu untuk selamanya! Bukan untuk hidup didunia. CIntai mereka sepenuh hati untuk suatu masa ketika tak ada sedikitpun pertolongan yang dapat kita harap kecuali pertolongan Allah Ta’ala

Mohammad Fauzi Adhim

Anak adalah harta dunia akhirat orang tuanya, anak bisa menolong orang tua ketika terjerumus api neraka, bisa pula menjerumuskan orang tua kedalam api neraka. Dalam bagian ini penulis buku menyebutkan hal penting apa yang harus dibekali oleh orang tua kepada anaknya yang disampaikan secara rinci dan dengan penyampaian santai.

Menghidupkan Al-Qur’an pada Diri Anak

Pada bagian ini Penulis Buku membahas tentang:

  1. Hukma Shabiyya
  2. Kuat memegan prinsip
  3. Mendekatkan Al-Quran kepada anak
  4. The living Qur’an

Mengajarkan keterampilan membaca dan menghafal Al-Qur’an tanpa menanamkan keyakinan yang kuat sekaligus pengalaman berinteraksi dengan ayat-ayat Al-Qur’an, sama seperti meletakkan bertumpuk kitab di punggung keledai. Banyak ilmu didalamnya, tetapi tidak bisa mengambil pelajaran darinya

Mohamad Fauzi Adhim

Dalam buku ini dijelaskan ada hal sangat penting yang sering kali terlupakan ketika saat ini para orang tua berlomba-lomba agar anaknya menghafal ayat suci Al-Qur’an. Hafal memang perlu, tetapi anak yang memiliki keyakinan kuat terhadap Al-Qur’an, berprilaku baik berdasarkan yang diajarkan Al–Quran, para orang tua sering kali kurang memperhatikan akan hal ini. Sebab saat ini, banyak sekali anak-anak bangsa yang memiliki banyak pengetahuan akan islam, memiliki hafalan hadist dan Al-Qur’an yang cukup banyak, tetapi prilakunya seringkali keliru. Dalam buku ini dijelaskan bagaimana pentingnya menanamkan nilai-nilai Al-Qur’an sedini mungkin.

Sekedar Cerdas Belum Mencukupi

Pada bagian ini Penulis Buku membahas tentang:

  1. Tak ada kedewasaan yang instan
  2. Cerdas dan terampil belum mencukupi
  3. Bersiaplah untuk kecewa
  4. Masihkan Engkau Usap Anakmu ?
  5. Kreativitas itu penting, tapi…
  6. Menggali kekuatan anak

Sesungghunya,taraf kemampuan kognitif anak bertingkat-tingkat secara hierarkis. Dan pendidikan berkewajiban mengantarkan setiap anak agar mampu mencapai taraf kognitif yang setinggi-tingginya.

Anak-anak yang memilik kecerdasan luar biasa, atau mereka yang hanya disibukkan dengan belajar secara akademik, cenderung menjadi pribadi yang tidak matan dan rentan masalah jika mereka kurang memperoleh kesempatan berkembang secara alamiah.

Kreativitas itu penting. Tapi, kerativitas harus berdiri di atas akhlak yang mulia. Kreativitas tidak berdiri sejajar dengan akhlakul karimah. Kreativitas harus lahir sebagai konsekuensi dari pendidikan tauhid dan akhlak.

Mohamad Fauzi Adhim

Bagian ini sangat menarik sekali, bagaimana ada yang lebih penting yang harus ditanamkan kepada anak sejak dini. Banyak sekali orang tua yang merasa bangga ketika anaknya memiliki kecerdasan secara kognitif, merasa bangga ketika anaknya mendapatkan nilai ulangan tinggi. Padahal, ada yang pelu ditanamkan sejak dini yaitu tauhid dan akhlak.

Menempa Jiwa Anak, Menyempurnakan Bekal Masa Depan

Pada bagian ini penulis buku membahas tentang:

  1. Tantangan hari-hari mendatang anak kita
  2. Menjadikan belajar sebagai kebutuhan anak
  3. Menata pikiran remaja
  4. Membebaskan anak dari label negatif
  5. Hidup bahadia tanpa TV
  6. Menempa jika

Betapapun lingkungan sangat berpengaruh, tetapi yang paling berperan adalah bagaimana orangtua membekali nilai-nilai hidup kepada anak. Bukan lingkungan. Bukan zaman saat ia dibesarkan

Membangun sikap positif terhadap belajar, jauh lebih penting daripada mengajari mereka menyanyi dan menari! Sikap belajar yang harus kita bangut terlebih dulu. Bukan kecakapan akademik.

Jika anak-anak memiliki kedekatan emosi yang kuat dengan kita dan melihat kita sebagai sosok yang jujur, maka anak akan lebih mendengarkan perkataan kita. Nasihat kita akan mereka perhatikan. Bahkan jika anak melihat sosok orang tua sebagai sosok yang mengagumkan, mereka akan berusaha meniru dan menjadikan kita sebagai panutan.

Mohamad Fauzi Adhim

Pada bagian terakhir ini, penulis buku menjelaskan tentang tantangan di hari-hari mendatang bagi orangtua. Orang tua perlu melihat lebih jauh, mendidik anak bukan hanya untuk saat ini saja, terapi untuk jauh dikemudia hari dengan tantangan yang jauh lebih besar dan tidak terbayangkan sebelumnya. Maka orangtua perlu kesungguhan menempa jiwa anak dengan tepat sebagai bekal masa depan. Orang tua hanya bisa berusaha, selebihnya Allah ‘Azzawajala yang menentukan segenggam iman anak kita.

Penutup

Sekian artikel mengenai Resensi Buku Segenggam Iman Anak Kita karya Ustadz Momaham Fauzi Adhim. Buku ini sangat bagus sekali, kaya akan manfaat, sangat direkomendasikan bagi para orang tua untuk mendidik anak. Hampir tidak ada kekurangan yang saya temukan dari buku ini. Setiap perkataanya yang disusun dalam buku ini sangat dalam dan disampaikan dengan bahasa yang tiang sehingga pembaca dapat menikmatinya. Semoga artike ini bermanfaat. Mohon maaf apabila ada kesalahan baik dari segi isi atau pernulisan artikel.

More++

Jangan lupa untuk membaca artikel Fakta lainnya yang lebih menarik dan tentunya memberkan berbagai informasi yang bermanfaat. Jangan lupa juga untuk share artike ini melalui media social facebook, twitter, instagram dan lainnya. Lebih banyak yang tahu lebih menarik bukan. 🙂

Baca juga: